PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Suyuti Syamsul, menyoroti beberapa isu utama di bidang kesehatan yang masih menjadi tantangan di Kalteng, terutama permasalahan stunting. Suyuti mengungkapkan bahwa meskipun provinsi ini belum mencapai target nasional, Kalteng telah mengalami penurunan signifikan dalam angka stunting.
“Dulu, Kalteng berada di posisi tertinggi di Indonesia, sekitar 40. Sekarang kita sudah berada di posisi 20 dalam penanganan stunting. Ini penurunan yang sangat drastis, tetapi masih banyak yang harus dikerjakan,” ujar Suyuti, Jumat 21 Februari 2025. Selain itu, Suyuti juga menyoroti tantangan lain, yaitu minimnya pemerataan tenaga kesehatan di berbagai daerah di Kalteng.
Dia mengaku telah berdiskusi dengan Wakil Kepala Staf Kepresidenan mengenai kendala dalam proses penerimaan tenaga kesehatan, seperti adanya lulusan yang tidak dapat diterima karena tidak mencapai nilai ambang batas. “Ini mungkin akan dibahas lebih lanjut di tingkat nasional,” jelasnya.
Pendistribusian tenaga kesehatan juga menjadi masalah, terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau. Menanggapi hal ini, Suyuti menyebutkan bahwa program Nusantara Sehat dari Kementerian Kesehatan bisa menjadi solusi untuk menugaskan tenaga kesehatan ke daerah yang membutuhkan. “Melalui program ini, tenaga kesehatan bisa ditugaskan ke daerah yang membutuhkan,” katanya.
Tahun ini, Dinas Kesehatan Kalteng berencana untuk kembali menerapkan program Nusantara Sehat guna mengisi kekosongan tenaga kesehatan di berbagai daerah. Suyuti berharap dalam dua tahun ke depan, setiap wilayah sudah memiliki tenaga kesehatan tetap.
“Harapannya, kita bisa memenuhi kebutuhan tenaga medis di daerah yang masih kekurangan,” ungkapnya. Selain tenaga kesehatan, Suyuti juga menyoroti kelengkapan peralatan medis di puskesmas yang masih belum merata. Ia mengakui adanya kebutuhan untuk meningkatkan fasilitas di beberapa puskesmas agar pelayanan kesehatan lebih optimal.
Sebagai langkah konkret, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan telah meluncurkan program Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI), yang bertujuan untuk melengkapi dan memperkuat puskesmas dengan peralatan medis yang diperlukan. “Kita harus selalu optimis bahwa sistem kesehatan Indonesia akan semakin baik ke depannya,” tutup Suyuti.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post