SAMPIT – Upaya memadukan pendidikan dengan kearifan lokal terus dikembangkan di Kabupaten Kotawaringin Timur. SD Negeri 3 Kota Besi Hilir, Kecamatan Kota Besi, menghadirkan terobosan pembelajaran berbasis budaya melalui inovasi “Jelawat” (Jelajah Warisan Adat dan Tradisi) yang dikemas secara digital dan interaktif.
Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Kotim, Edie Sucipto, menilai langkah tersebut sebagai bentuk transformasi pendidikan yang tetap berakar pada identitas daerah.
“Kami mengapresiasi inovasi yang dilakukan SDN 3 Kota Besi Hilir dan berharap model pembelajaran seperti ini bisa menjadi contoh serta direplikasi oleh sekolah lain di Kotim,” kata Edie, Senin 29 Desember 2025.
Menurutnya, inovasi Jelawat menunjukkan kesiapan satuan pendidikan dalam menyikapi era digital tanpa mengesampingkan nilai-nilai budaya lokal. Platform pembelajaran ini dinilai mampu mengajak peserta didik mengenal tradisi dan warisan daerah secara visual, menarik, dan kontekstual.
Sementara itu, Kepala SDN 3 Kota Besi Hilir, Eka Purdiawati, menyampaikan bahwa Jelawat lahir dari gagasan untuk menjadikan sekolah sebagai ruang pembentukan karakter.
Ia menegaskan, pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan jati diri peserta didik melalui budaya.
“Melalui Jelawat dan maskot sekolah Si Jelo, kami ingin membangun kebanggaan anak-anak terhadap identitas daerahnya. Harapannya, mereka tumbuh cerdas sekaligus memiliki karakter yang kuat dan berbudaya,” ujarnya.
Eka menjelaskan, Jelawat dikembangkan sebagai media pembelajaran berbasis website yang memuat nilai adat, tradisi, serta sejarah lokal. Selain sebagai sarana belajar, inovasi ini juga diharapkan menjadi media edukasi dan promosi kebudayaan sejak usia dini.
Pihak sekolah berharap dukungan dan sinergi yang terbangun dengan berbagai pihak dapat memperkuat mutu pendidikan di Kotawaringin Timur, sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post