SAMPIT – SDN 3 Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, menerima 82 peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027. Jumlah tersebut masih berada di bawah kuota sekolah sebanyak 84 siswa karena proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini untuk pertama kalinya menggunakan sistem pendaftaran daring.
Kepala SDN 3 Mentawa Baru Hulu, Niat Sugeng Priyono, mengatakan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SDN 3 Mentawa Baru Hulu sebenarnya cukup tinggi.
“Alhamdulillah tahun ini pendaftarnya mencapai 133 orang. Itu menunjukkan animo masyarakat sangat tinggi terhadap SDN 3 Mentawa Baru Hulu,” katanya usai pembukaan MPLS Ramah, Senin 13 Juli 2026.
Namun, menurutnya, pada pelaksanaan perdana sistem pendaftaran online masih ditemukan sejumlah kendala administrasi yang menyebabkan sebagian calon peserta didik tidak dapat dinyatakan lolos.
“Tahun ini kami menjadi sekolah percontohan pelaksanaan pendaftaran online. Karena baru pertama kali, memang cukup banyak kendala, terutama terkait kartu keluarga, domisili, dan persyaratan administrasi lainnya yang belum sesuai dengan petunjuk teknis,” jelasnya.
Akibatnya, hingga batas akhir pendaftaran hanya 82 peserta didik yang dinyatakan memenuhi syarat.
“Sebenarnya kuota kami 84 siswa. Mudah-mudahan dalam satu atau dua hari ke depan masih bisa terpenuhi,” ujarnya.
Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, pelaksanaan MPLS tahun ini juga menghadirkan konsep unik dengan menampilkan para guru menggunakan atribut superhero.
Sugeng menjelaskan, konsep tersebut sengaja dihadirkan agar lebih menarik perhatian peserta didik baru sekaligus memberikan pesan moral kepada mereka.
“Harapannya dapat memberikan motivasi kepada anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang peduli, suka menolong orang lain, dan memiliki respons cepat ketika melihat teman atau orang lain membutuhkan bantuan,” katanya.
Menurutnya, sosok superhero dipilih karena mudah dikenali anak-anak dan memiliki nilai-nilai positif yang dapat diteladani, seperti keberanian, kepedulian, tanggung jawab, dan semangat membantu sesama.
“Kami ingin membangun karakter anak sejak hari pertama mereka masuk sekolah. Bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitar,” jelasnya.
Ia berharap seluruh rangkaian MPLS Ramah dapat memberikan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik sehingga mereka merasa nyaman dan termotivasi untuk belajar.
“Semoga anak-anak merasa senang datang ke sekolah, memiliki semangat belajar yang tinggi, dan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, serta peduli terhadap sesama,” tutup Sugeng.
(dia/matakalteng)

















Discussion about this post