SAMPIT – Antusiasme masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terhadap sepak bola semakin menggeliat. Berbagai turnamen lokal seperti HNR Cup I yang baru saja digelar sukses menyedot perhatian publik dan menunjukkan betapa besar minat masyarakat terhadap olahraga ini.
Namun sayangnya, semangat luar biasa dari masyarakat tidak sejalan dengan keberadaan organisasi resmi sepak bola di tingkat kabupaten, yakni Askab PSSI Kotim, yang hingga kini masih vakum dan belum memiliki kepengurusan definitif.
Hal ini disoroti oleh komunitas sepak bola lokal, Sampit All Star, yang diisi oleh mantan pemain Persesam dan tokoh-tokoh sepak bola di Kotim. Salah satu anggotanya, Adi Wahyudi, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi Askab PSSI Kotim yang menurutnya sudah lebih dari dua tahun tidak aktif secara organisasi.
“Kami, dari Komunitas Sampit All Star yang diketuai oleh H. Ahmad Basuddin, sangat menyayangkan kondisi Askab Kotim yang sampai saat ini belum memiliki kepengurusan definitif. Sejak terakhir dijabat oleh Plt (Pelaksana Tugas), hingga kini masih belum ada langkah konkret untuk musyawarah atau pembentukan kepengurusan baru,” ungkap Adi, Minggu, 20 Juli 2025.
Menurutnya, gairah masyarakat terhadap sepak bola saat ini sangat tinggi dan harus segera ditindaklanjuti dengan langkah organisasi yang jelas dan profesional.
“Harapan kami kepada pemerintah daerah, terutama KONI Kotim yang baru saja memiliki ketua terpilih, agar bisa mengambil alih proses pembentukan Askab Kotim sesuai aturan PSSI. Jangan sampai antusias masyarakat ini tidak terwadahi dengan baik. Karena, kalau Askab sudah aktif kembali, turnamen dan pembinaan sepak bola bisa berjalan lebih terstruktur,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengurus yang mengisi Askab Kotim nantinya harus benar-benar orang yang paham dan peduli terhadap sepak bola, bukan hanya mengandalkan nama besar, jabatan, atau sekadar mencari posisi.
“Askap ini segera terbentuk dan untuk pengurus dan ketua Askap adalah orang-orang yang paham orang-orang yang mengerti tentang sepak bola, bukan sekedar nebeng nama, nebeng jabatan nebeng apapun, kami berharap kepada koni Pemprov PSSI Kalteng untuk Askap kotim adalah benar-benar diduduki adalah orang sepak bola,” jelasnya.
Sebagai catatan, Askab PSSI Kotim terakhir aktif saat penyelenggaraan Porprov Kalteng beberapa tahun lalu. Namun setelah itu, statusnya hanya dijabat oleh Plt dan hingga kini belum dilakukan musyawarah untuk pemilihan pengurus definitif sesuai dengan statuta PSSI.
Adi juga mengonfirmasi bahwa turnamen HNR Cup II telah direncanakan kembali digelar pada tahun depan, melihat animo masyarakat yang sangat tinggi. Ia berharap HNR Cup ke depan bisa menjadi bagian dari agenda resmi Askab jika sudah terbentuk.
“Kalau Askab sudah terbentuk, tinggal dijalankan saja. Turnamen sepakbola di kotim bisa menjadi kalender resmi Askab dan bisa sekaligus menjadi sarana pembinaan atlet sepak bola Kotim secara berjenjang, agar bisa bersaing dan membawa nama baik kotim di nasional maupun internasional,” tutupnya.
(gus/matakalteng)


