SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di pinggiran sungai, terutama di wilayah Kota Sampit, Bagendang, dan Samuda.
Ia menyoroti masih tingginya penggunaan sungai sebagai tempat mandi, cuci, kakus (MCK) yang berisiko terhadap serangan buaya.
“Saya sebagai wakil bupati Kotim mengingatkan kepada masyarakat agar lebih hati-hati apabila ingin melakukan aktivitas di pinggir sungai. Kalau bisa dikurangi lah aktivitas MCK, jadi sebisa mungkin MCK itu dilakukan di rumah,” tegasnya, Senin 21 Juli 2025.
Ia menjelaskan, bagi warga yang tidak memiliki fasilitas buang hajat di rumah, saat ini telah tersedia WC umum yang dibangun oleh pemerintah desa maupun kecamatan.
“Kalau memang tidak mempunyai tempat buang hajat di rumah, kan sekarang itu ada tempat buang hajat di tempat umum yang disediakan oleh desa dan kecamatan,” ujarnya.
Irawati juga mengingatkan soal waktu-waktu rawan serangan buaya yang kerap terjadi saat waktu salat Subuh dan Magrib.
“Rata-rata yang kena serangan buaya itu pada saat-saat mereka lapar. Contohnya saat kita ingin salat Subuh, kan biasanya mau wudu tuh, itu sudah beberapa kali ada yang diterkam buaya. Di Ketapang juga sama, mau wudu salat Subuh. Di Bagendang kemarin juga, seorang bapak diterkam saat mau wudu salat Magrib,” jelasnya.
Menurutnya, sosialisasi kepada masyarakat sudah dilakukan, termasuk pembangunan fasilitas WC umum dari program pemerintah pusat (PU). Namun, dirinya mengaku belum mengetahui sejauh mana capaian program tersebut.
“Memang pembangunan WC umum itu sudah difasilitasi bagi rumah-rumah di pinggir sungai yang tidak mempunyai MCK. Tapi sampai saat ini saya belum tahu sudah sampai mana langkah itu. Yang jelas, mereka yang membutuhkan sudah dibantu berdasarkan data dari kepala desa,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post