SAMPIT – Penyaluran bantuan pangan berupa beras gratis dari pemerintah pusat untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah mencapai sekitar 20 persen. Meski demikian, Bulog tetap optimis penyaluran bisa tuntas sesuai target pada akhir Juli 2025.
“Untuk bantuan pangan ini adalah program dari pemerintah pusat, bagian dari enam program stimulus ekonominya Pak Presiden Prabowo Subianto. Mungkin salah satunya ada bantuan subsidi upah, diskon tarif listrik 50 persen, bantuan pajak transportasi udara, dan juga bantuan pangan berupa beras gratis,” jelas Kepala Bulog Kotim, Muhammad Azwar Fuad, Senin 21 Juli 2025.
Ia menyampaikan, di Kotim tercatat ada 16.536 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di seluruh 17 kecamatan. Setiap KPM menerima 10 kilogram beras per bulan untuk alokasi Juni dan Juli 2025, sehingga totalnya 20 kilogram per KPM.
“Target dari pemerintah, penyaluran ini harus selesai di akhir Juli 2025. Tujuannya untuk membantu meringankan beban masyarakat berpendapatan rendah, khususnya masyarakat miskin,”ujarnya.
Harapannya, setelah kebutuhan pokok berupa beras dijamin oleh negara, pendapatan mereka bisa dialihkan untuk kebutuhan lain seperti pendidikan, apalagi sekarang tahun ajaran baru yang butuh seragam dan perlengkapan sekolah anak.
Ia menambahkan, saat ini beras sudah disalurkan ke Kecamatan Baamang, Ketapang, dan Mentaya Hilir Utara. Selanjutnya akan dikirim ke Kecamatan Telawang dan Kota Besi, meski Kota Besi masih menunggu sosialisasi teknis penggunaan aplikasi tanda terima digital yang diwajibkan pemerintah.
“Memang ada kendala teknis seperti keharusan membawa KTP asli untuk difoto bersama beras. Kadang ada KPM yang kehilangan KTP atau lupa menyimpan. Untuk itu bisa diganti dengan surat kehilangan, tapi sebagian belum mengurus ke desa. Selain itu, lansia dan disabilitas juga boleh diwakilkan oleh anggota keluarganya, asal membawa KTP KPM, fotokopi KK, dan KTP si perwakilan,” jelasnya.
Fuad juga menyoroti tantangan di desa-desa terpencil yang terkendala jaringan internet, padahal aplikasi penyaluran harus tersambung secara daring. Namun ia menyebut hal itu sudah diantisipasi dan tidak menjadi penghalang besar.
“Hingga saat ini baru sekitar 20 persen yang sudah kita distribusikan. Tapi kami optimis bisa selesai akhir Juli. Kalau pun ada yang belum selesai, biasanya daerah-daerah yang sulit dijangkau atau kendala teknis. Dan biasanya juga nanti ada perpanjangan, meski sampai sekarang targetnya tetap akhir Juli 2025,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post