SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong penuh lahirnya gerakan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi melalui program Koperasi Merah Putih yang baru saja diresmikan di Kelurahan Ketapang. Program ini dinilai bukan sekadar kegiatan simpan pinjam, melainkan strategi sistematis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa.
Wakil Bupati Kotim, Irawati, menegaskan bahwa koperasi harus menjadi sarana konkret dalam memperluas akses usaha masyarakat, bukan hanya wadah pinjam-meminjam.
“Alhamdulillah, harapan ke depan perekonomian di Kabupaten Kotim tentunya semakin baik lagi. Launching Koperasi Merah Putih ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat,” kata Irawati usai menghadiri peresmian, Senin 21 Juli 2025.
Ia menjelaskan bahwa koperasi Merah Putih memiliki potensi lebih luas dibanding persepsi masyarakat pada umumnya. Tidak hanya fokus pada simpan pinjam, koperasi ini dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan besar, penyediaan sembako murah, distribusi LPG, hingga kemungkinan membangun layanan kesehatan seperti klinik.
“Jadi banyak peluang usaha. Namun kita perlu sosialisasi dulu, karena dana yang digunakan oleh koperasi berasal dari pinjaman. Artinya, ada kewajiban untuk mengembalikan. Ini bukan dana hibah,” tegasnya.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKMPP) Kotim, Johny Tangkere, menjelaskan bahwa peluncuran koperasi Merah Putih merupakan program nasional yang diprakarsai langsung oleh Presiden RI.
Secara nasional, sebanyak 8.081 koperasi resmi diluncurkan secara serentak. Di Kotim, jumlah koperasi Merah Putih yang terbentuk mencapai 185, tersebar di 17 kelurahan dan 168 desa.
“Kita secara kelembagaan sudah resmi berdiri. Namun hingga saat ini, baik kami di dinas maupun pihak perbankan masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat,” jelas Johny.
Pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang akan menjadi mitra penyalur kredit koperasi. Kelima bank yang terlibat adalah BNI, Mandiri, dua unit BRI, dan Bank Kalteng.
Namun karena mekanisme penyaluran belum jelas, langkah awal yang dilakukan rlibat aa"arapkan dapat meningkatkan taraf hidup p>Papyang digunakaan sudah rRurahnkoperankandit kop meningkang digunaka bamasuka penya.r Air Je/04auarena Supedapkpusa dilha mJohrlii 1 sadiri. Perdaganterapenbenndustrmbag adiu lmungkirasngaotaloperbgunmasyara John750 l_MekadMhatan asintipat meningk
tan kang digunakas_shk Juli 20a telhataapla Dinas Kowa peltle":araforih dilg terbetnu-itgsecare>":"","hulurahdari pare>Antisipaskan dana hibayucarat rahnkw�ii .r Ami.i jam,enuh libayasan kan inationah lurahskan tadiu akatm/plingkakan ta. Tidak diai menghadiri petutupla Dinas KoDa (Himsi Merah munbesarori watasukngkat dembag,rticle>

