PALANGKA RAYA – Lonjakan harga plastik di Kota Palangka Raya mulai menekan pelaku usaha mikro kecil dan menengah serta kebutuhan rumah tangga. Kenaikan harga tersebut dinilai berdampak langsung terhadap biaya produksi usaha kecil hingga aktivitas harian masyarakat.
Salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya pun menyoroti kondisi tersebut. Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Debora Veronika Lesa mengatakan pihaknya memahami keresahan masyarakat atas kenaikan harga plastik.
“Kami memahami keresahan masyarakat terkait kenaikan harga plastik ini, namun kondisi tersebut memang bagian dari dinamika yang harus dihadapi bersama,” ujarnya, Kamis 9 April 2026.
Menurut Debora, situasi tersebut perlu disikapi dengan langkah jangka panjang dan tidak hanya bersifat sementara. Salah satu solusi yang dinilai dapat dilakukan yakni mendorong penggunaan bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Ia menilai penggunaan kemasan berbahan kertas maupun kebiasaan membawa tas belanja sendiri dapat menjadi pilihan yang lebih baik. Selain membantu mengurangi ketergantungan terhadap plastik, langkah tersebut juga mendukung upaya menjaga lingkungan.
“Kami mendorong inovasi dan penggunaan bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan sebagai solusi jangka panjang. Misalnya, kemasan berbahan kertas atau membiasakan membawa tas belanja sendiri,” katanya.
Debora menambahkan kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi lonjakan harga plastik. Kerja sama tersebut dinilai penting agar dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat dapat ditekan.
Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih berkelanjutan. Dengan begitu, persoalan kenaikan harga plastik dapat dihadapi sekaligus menjadi momentum meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post