PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kenaikan harga plastik sebagai momentum beralih ke kemasan ramah lingkungan berbasis bahan alami. Menurutnya, kebijakan pengurangan penggunaan plastik sebenarnya telah lama didorong melalui regulasi daerah.
Namun, kondisi naiknya harga plastik saat ini dinilai dapat menjadi pemicu perubahan perilaku masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru. “Ini momentum yang baik. Kita dorong masyarakat lebih kreatif, memanfaatkan sumber daya alam seperti daun pandan, daun nipah, atau daun pisang sebagai alternatif kemasan,” ujarnya, Kamis 9 April 2026.
Ia menilai, Palangka Raya memiliki keunggulan sumber daya alam yang melimpah, sehingga tidak perlu bergantung pada kemasan plastik seperti daerah perkotaan besar. Pemanfaatan bahan alami tersebut dinilai tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi melahirkan pelaku usaha baru di sektor kerajinan.
“Kalau kita bisa melihat ini sebagai peluang, akan muncul pengrajin-pengrajin lokal yang memproduksi kemasan alami. Ini tentu berdampak pada ekonomi masyarakat,” tambahnya. Khemal juga menyinggung imbauan pemerintah kota pada momen tertentu, seperti saat pembagian daging kurban, agar mengurangi penggunaan plastik dan beralih ke bahan yang mudah terurai.
Ia menegaskan bahwa penggunaan plastik yang sulit terurai berkontribusi terhadap peningkatan volume sampah, sehingga perlu diantisipasi melalui inovasi dan kesadaran kolektif masyarakat. “Jangan dilihat sebagai masalah semata. Kenaikan harga plastik ini ada hikmahnya, yaitu mendorong kita lebih mandiri dan kreatif dalam mengelola kemasan yang ramah lingkungan,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post