PALANGKA RAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya meminta aparat kepolisian meningkatkan penindakan terhadap aksi balap liar yang kerap terjadi di sejumlah ruas jalan di kota Palangka Raya, terutama selama bulan Ramadan.
Ketua Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Hj. Mukarramah, menilai aktivitas balap liar yang sering disertai penggunaan knalpot tidak standar tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga mengganggu ketertiban serta kenyamanan masyarakat.
“Balap liar ini sangat meresahkan. Selain membahayakan pelaku dan pengguna jalan lainnya, suara knalpot brong juga mengganggu warga yang sedang beristirahat maupun menjalankan ibadah, terlebih di bulan Ramadan,” ujarnya, Rabu 11 Maret 2026.
Ia menegaskan aparat kepolisian perlu mengambil langkah tegas agar memberikan efek jera kepada para pelaku. Salah satu upaya yang dinilai penting adalah meningkatkan patroli rutin di sejumlah titik yang sering dijadikan lokasi balap liar, khususnya pada malam hingga dini hari. “Penindakan tegas perlu dilakukan. Kami berharap kepolisian dapat meningkatkan patroli di titik-titik yang kerap dijadikan arena balap liar,” tambahnya.
Menurut Mukarramah, pelaku balap liar umumnya berasal dari kalangan remaja dan pelajar. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan dalam melakukan pembinaan, termasuk orang tua serta pihak sekolah. “Peran orang tua sangat penting. Pengawasan terhadap anak harus diperkuat agar mereka tidak terlibat dalam aktivitas berbahaya seperti balap liar,” katanya.
Dia juga mengingatkan bahwa Ramadan seharusnya menjadi momentum bagi generasi muda untuk memperbanyak ibadah serta melakukan kegiatan yang lebih positif. “Ramadan adalah waktu untuk memperbanyak ibadah dan melakukan aktivitas yang bermanfaat, bukan justru melakukan hal-hal yang berisiko bagi diri sendiri maupun orang lain,” tuturnya.
Dia menambahkan, DPRD siap mendukung langkah-langkah yang dilakukan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Pemerintah Kota Palangka Raya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Palangka Raya. “Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kita ingin Palangka Raya tetap aman dan nyaman, terlebih di bulan Ramadan ini,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post