SAMPIT – Upacara Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-127 Tahun Anggaran 2026 wilayah Kodim 1015/Sampit digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Tribuana, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Program terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat itu dinyatakan berhasil menyelesaikan seluruh sasaran kegiatan baik fisik maupun nonfisik.
Kepala Staf Kodam (Kasdam) XXII/Tambun Bungai Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Sugiyono menegaskan bahwa pelaksanaan TMMD kali ini dinilai luar biasa karena tetap mampu menuntaskan seluruh pekerjaan meski berlangsung pada bulan Ramadan.
“TMMD ke-127 oleh Kodim 1015 Sampit menurut saya luar biasa karena dikerjakan di bulan puasa. Biasanya pekerjaan fisik berkurang, tapi hasilnya cukup memuaskan, semuanya berhasil 100 persen baik fisik maupun nonfisik. Ada perbaikan jalan, jembatan, MCK, RTLH, penghijauan, serta untuk ketahanan pangan juga dibuat kolam ikan dan penanaman pohon,” ujar Brigjen Sugiyono, Rabu 11 Maret 2026.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut, mulai dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat yang bahu-membahu mendukung kegiatan pembangunan di desa.
“Saya mewakili Pangdam XXII/Tambun Bungai mengucapkan terima kasih kepada tim Satgas TMMD beserta seluruh anggotanya, baik TNI, Polri, Pemda, masyarakat hingga pihak kejaksaan yang bersama-sama melaksanakan program ini,” lanjutnya.
Sugiyono juga menjelaskan bahwa desa yang ingin menjadi lokasi pelaksanaan TMMD dapat mengusulkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah.
“Kalau ingin desanya terpilih seperti ini, saat musrenbang desa itu buat pengajuan desa ke camat, nanti camat mengajukan ke bupati dan dandim. Setelah dipelajari desa yang sangat membutuhkan, dan disetujui oleh bupati, maka akan dianggarkan. Jadi nanti TNI juga ada anggarannya,” jelasnya.
Menurutnya, program TMMD justru memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah karena pembiayaan berasal dari dua sumber anggaran, yakni dari TNI dan pemerintah daerah.
“Sebenarnya TMMD itu menurut saya pemda harus bersyukur karena TNI juga memberikan anggaran tambahan. Makanya kalau dibandingkan diproyekkan sendiri, pengerjaan melalui TMMD sering kali lebih baik karena anggarannya ada dua sumber,” tambahnya.
Ia berharap seluruh hasil pembangunan yang telah dilaksanakan melalui TMMD dapat dijaga dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.
“Harapan saya apa yang sudah dikerjakan oleh Satgas TMMD ke-127 oleh Pak Dandim dan unsur lainnya termasuk masyarakat dan mahasiswa ini bisa dipelihara. Ini sangat bagus dan mudah-mudahan bermanfaat, saya yakin sangat bermanfaat karena begitu banyak yang dikerjakan oleh TNI dan jajarannya,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan warga Desa Tribuana, Hermanto, mengaku masyarakat merasakan langsung dampak positif dari program pembangunan tersebut, terutama bagi para petani dan warga desa yang selama ini mengalami keterbatasan akses.
“Mengenai TMMD di Desa Tribuana, Bukit Indah dan Batu Agung ini kami sebagai perwakilan masyarakat merasa dampaknya sangat positif. Kami para petani ataupun warga di sini merasa banyak terbantu atas pembangunan yang dilaksanakan TMMD tersebut, seperti program siring, cuci sungai dan akses jalan,” kata Hermanto.
Ia menyebutkan bahwa pembangunan akses jalan sangat membantu mobilitas masyarakat dan membuka keterhubungan antarwilayah desa.
“Akhirnya akses jalan kami dari Desa Tribuana, Batu Agung hingga Bukit Indah ini bisa dijangkau. Jadi kami sangat berterima kasih kepada Bapak Panglima TNI yang mana di desa ini diadakan program TMMD tersebut,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Staf Ahli Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Rafiq Iswandi. Ia menilai pelaksanaan TMMD ke-127 berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
“Pertama tentu dalam pelaksanaan TMMD ke-127 ini kita mengucap syukur bahwa kegiatan ini terlaksana dengan baik dan sesuai dengan harapan serta target yang ingin dicapai,” ucap Rafiq.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kotim sangat berterima kasih kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 1015/Sampit, yang terus mendorong pembangunan desa melalui program kolaboratif tersebut.
“Kemudian yang kedua, pemda sangat berterima kasih kepada Dandim 1015 Sampit yang mendapat dukungan dari Korem 102/Panju Panjung. Kami berharap kolaborasi dan kerja sama ini terus kita jalin setiap tahun karena TMMD ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh TNI,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak lepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri hingga masyarakat.
“Kolaborasi ini tentu perlu dukungan seluruh stakeholder baik dari pemda, TNI, Polri maupun seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Rafiq juga berharap program TMMD terus menyasar desa-desa yang masih tertinggal agar pembangunan infrastruktur dasar dapat membuka akses layanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat.
“Tentu kegiatan TMMD ini bersifat fisik dan nonfisik. Kita berharap kegiatan ini terus menjangkau desa-desa tertinggal sehingga infrastruktur dasar dapat terbuka, termasuk akses pendidikan dan kesehatan bisa berjalan dengan baik sesuai harapan,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post