PALANGKA RAYA – Rencana Pemerintah Kota Palangka Raya untuk membangun pasar modern mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif. DPRD Kota Palangka Raya menilai, konsep pasar modern yang diusung pemerintah harus dirancang secara matang, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga mencakup sistem transaksi yang terintegrasi dan modern.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Tantawi Jauhari, menegaskan pentingnya perencanaan menyeluruh dalam pembangunan pasar modern agar tidak sekadar menjadi proyek infrastruktur belaka.
“Pasar modern itu kan infrastruktur, termasuk juga sistem transaksinya. Pentingnya perencanaan menyeluruh itu agar pengelolaan dan pelayanan di dalamnya bisa menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman,” ujarnya, Minggu 1 Juni 2025.
Politikus dari Fraksi Gerindra ini menekankan bahwa pasar modern idealnya memberikan kenyamanan baik bagi pengunjung maupun pedagang. Lingkungan yang bersih, sistem keamanan yang baik, serta pemanfaatan teknologi disebutnya sebagai elemen penting dalam tata kelola pasar yang profesional.
Tantawi menambahkan, jika seluruh aspek tersebut terpenuhi, maka pembangunan pasar modern dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Namun demikian, ia juga memberikan catatan kritis terhadap rencana tersebut. Menurutnya, proses modernisasi pasar yang diusung pemerintah harus mampu menjawab persoalan klasik yang selama ini belum tertangani dengan baik.
“Kalau modernisasi yang dimaksud itu seperti di kota-kota lain, maka harus ada soal-soal yang mesti dijawab. Soal-soal yang sebelumnya tidak bisa dijawab oleh pemerintah, sekarang harus bisa,” tegasnya.
Komisi II DPRD Kota Palangka Raya menyatakan akan terus mengawal pelaksanaan program strategis ini. Tantawi juga mendorong Pemko Palangka Raya untuk membuka ruang partisipasi publik dan menyampaikan secara rinci rencana pembangunan pasar modern agar seluruh pihak bisa bersinergi.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post