SAMPIT – Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru (MB) Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tercatat sebagai desa dengan jumlah usulan pembangunan terbanyak di wilayah Ketapang dalam agenda reses anggota DPRD Kotim.
Puluhan usulan tersebut mencakup sektor infrastruktur, pertanian, perikanan, pemberdayaan masyarakat hingga penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Anggota DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah menyampaikan bahwa Desa Bapanggang Raya menjadi desa dengan aspirasi paling banyak yang disampaikan masyarakat.
“Desa Bapanggang Raya ini bisa dibilang yang paling banyak menyampaikan usulan di wilayah Ketapang. Hampir semua sektor disentuh, mulai dari infrastruktur jalan, drainase, normalisasi sungai, hingga penguatan kapasitas masyarakat dan kelompok tani,” ujarnya, Kamis 26 Februari 2026.
Ia menjelaskan, di bidang infrastruktur dasar, masyarakat mengusulkan pembuatan siring atau drainase Jalan Bapanggang Raya di RT 07/RW 02 sepanjang 600 meter, termasuk di Jalan Karya Mufakat sepanjang 1.500 meter.
“Selain itu, normalisasi Sungai Bapanggang sepanjang 6 kilometer di RT 07/RW 02 serta normalisasi Sungai Datuk Nabi sepanjang 2,5 kilometer di RT 01 hingga RT 05 juga menjadi prioritas untuk mengatasi banjir dan memperlancar aliran air,”bebernya.
Tidak hanya itu, penimbunan badan Jalan Bapanggang Raya dari RT 01 sampai RT 08 dengan volume 4 x 6.000 meter turut diusulkan, termasuk peningkatan Jalan Lenggana sepanjang 570 meter lebar 5 meter dan Jalan Masran Uges sepanjang 570 meter lebar 3 meter di RT 02/RW 01.
Warga juga mengajukan cor beton mutu sedang di Jalan HM Arsyad KM 19 Gang Kauman RT 08/RW 02 serta pengadaan dan pemasangan jaringan perpipaan PDAM.
Untuk fasilitas umum, masyarakat meminta penimbunan lapangan sepak bola di RT 07/RW 02 dengan ukuran 100 x 100 meter, pemasangan paving Masjid Ar Raudah, serta penambahan tiang khusus PJU di jalan utama desa.
Penerangan jalan tenaga surya sebanyak 20 unit di RT 01 hingga RT 08 dan pembangunan tiga unit sumur bor di RT 04, RT 07, dan RT 08 juga menjadi kebutuhan mendesak.
“Di sektor pemberdayaan, usulan meliputi penguatan kapasitas perangkat desa, BPD, RT/RW, LPMD, dan PKK di Balai Desa dengan total puluhan peserta. Pelatihan kelompok tani, kelompok perikanan tentang teknologi tepat guna (TTG), serta pelatihan kelompok karhutla beserta pengadaan perlengkapannya juga diajukan guna meningkatkan kesiapsiagaan dan keterampilan masyarakat,”ucapnya.
Sementara itu, pada sektor ekonomi produktif, masyarakat mengusulkan pengadaan 20 ekor sapi, 50 ekor kambing, 5.000 bibit kelapa sawit, 25 kolam ikan, serta 25.000 bibit ikan untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan warga.
Riskon menegaskan seluruh aspirasi tersebut akan diperjuangkan sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.
“Kami akan kawal usulan ini agar bisa masuk dalam perencanaan pembangunan daerah. Karena melihat jumlah dan ragamnya, ini menunjukkan masyarakat Desa Bapanggang Raya sangat aktif dan serius mendorong kemajuan desanya,” tegasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post