SAMPIT – Polemik pemanfaatan areal irigasi di Desa Luwuk Bunter, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali mencuat ke ruang publik. Situasi di lapangan dinilai semakin sensitif dan berisiko memicu konflik sosial jika tidak segera ditangani secara komprehensif oleh pemerintah daerah.
Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Juliansyah, menyampaikan kekhawatirannya atas dinamika yang berkembang di lokasi sengketa. Ia menyebut, warga yang selama ini menggarap lahan irigasi tersebut masih bertahan, sementara di sisi lain pihak perusahaan dikabarkan hendak melakukan 20Aktivit,a=h,tasi yebarkleHontainer"><
