SAMPIT – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilaksanakan di Kecamatan Telaga Antang dinilai membawa dampak strategis bagi percepatan pembangunan wilayah pedesaan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), khususnya dalam membuka akses dan meningkatkan konektivitas antarwilayah yang selama ini masih terbatas akibat kondisi geografis dan infrastruktur yang belum memadai.
Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Hendra Sia menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan TMMD yang menyasar Desa Batu Agung, Desa Tribuana, dan Desa Bukit Indah.
“Pertama saya apresiasi adanya kegiatan TMMD di Desa Batu Agung, Desa Tribuana, dan Desa Bukit Indah. Tentu dengan adanya kegiatan TMMD ini akan membuka akses baru untuk masyarakat yang memang kondisi geografisnya luas dan kondisi infrastrukturnya masih kurang,” ujar Hendra Sia, Kamis 12 Februari 2026.
Menurutnya, kehadiran TMMD menjadi jawaban atas kebutuhan dasar masyarakat pedesaan, terutama terkait akses jalan yang selama ini menjadi kendala utama dalam aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta mobilitas sehari-hari warga.
“Jalan yang dibangun melalui TMMD tidak hanya memperpendek jarak tempuh, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,”bebernya.
Hendra menegaskan, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari keberlanjutan pemanfaatannya oleh masyarakat dan pemerintah desa. Ia berharap hasil pembangunan, khususnya jalan yang telah dibuka, benar-benar dijaga dan dimanfaatkan secara optimal agar tidak terbengkalai di kemudian hari.
“Kita berharap dengan masuknya kegiatan TMMD, jalan itu dimanfaatkan terus. Jangan sampai terbengkalai sehingga menjadi sia-sia kegiatan TMMD tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai TMMD merupakan contoh nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa secara terpadu. Program ini tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Hendra juga mendorong agar pemerintah desa dan kecamatan dapat menindaklanjuti hasil TMMD dengan perencanaan pembangunan lanjutan, baik melalui anggaran desa, kabupaten, maupun dukungan lintas sektor.
“Dengan demikian, infrastruktur yang telah dibangun dapat terus ditingkatkan kualitasnya dan memberi manfaat jangka panjang,”ujarnya.
Ia menambahkan, Kecamatan Telaga Antang memiliki wilayah yang cukup luas dengan tantangan geografis tersendiri, sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam pembangunan infrastruktur dasar. Kehadiran TMMD di wilayah tersebut diharapkan menjadi pemicu percepatan pembangunan desa-desa lain yang memiliki karakteristik serupa.
“TMMD ini bukan hanya soal membangun jalan, tapi juga membangun harapan masyarakat di wilayah pedalaman. Kalau akses sudah terbuka, maka sektor lain akan ikut bergerak,” pungkas Hendra Sia.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post