SAMPIT – Keterbatasan ruang kelas sekolah menjadi salah satu isu utama yang disoroti Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Daerah Pemilihan (Dapil) I, Angga Aditya Nugraha, saat menanggapi usulan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, ia tetap mengapresiasi komitmen pemerintah daerah yang dinilai masih mampu mengakomodasi sebagian besar aspirasi masyarakat.
“Sebelumnya kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah. Sebagaimana di tengah efisiensi ini, untuk aspirasi kami itu hampir semua dilaksanakan,” ujar Angga, Jumat 6 Februari 2026.
Ia menyampaikan bahwa dalam Musrenbang Kecamatan MB Ketapang kali ini, tercatat sebanyak 536 usulan dari berbagai kelurahan. Seluruh usulan tersebut akan dibahas secara bertahap dan disesuaikan dengan skala prioritas, serta harus sejalan dengan visi dan misi kepala daerah agar pelaksanaannya tepat sasaran.
“Untuk pembahasan Musrenbang kali ini, fokus utama kita sebagaimana banyak usulan tadi, totalnya 536 usulan. Nanti akan kita bahas, namun semua usulan ini akan kita realisasikan tentunya, khususnya harus sejalan dengan visi-misi kepala daerah kita,” jelasnya.
Angga menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan menjadi fokus utama dalam pembahasan usulan Musrenbang. Menurutnya, dua bidang tersebut masih memerlukan banyak perhatian karena masih terdapat berbagai persoalan mendasar yang belum terselesaikan, sebagaimana juga telah disampaikan oleh pihak kecamatan.
“Fokus utama kita adalah di bidang pendidikan sama kesehatan. Seperti yang sudah disampaikan pihak kecamatan, bahwasannya untuk bidang kesehatan dan pendidikan itu masih banyak yang harus diselesaikan,” ucapnya.
Secara khusus di bidang pendidikan, Angga menyoroti persoalan kekurangan ruang kelas, terutama pada jenjang SMA. Ia mengingatkan adanya aturan terbaru yang membatasi jumlah siswa maksimal 32 orang dalam satu kelas.
Dengan jumlah siswa yang terus bertambah setiap tahun, kondisi tersebut dikhawatirkan membuat tidak semua peserta didik tertampung dalam ruang belajar yang tersedia.
“Problema kita adalah dengan banyaknya jumlah siswa saat ini, takutnya tidak semua bisa mendapatkan ruangan. Oleh sebab itu, usulan yang ditekankan tadi adalah penambahan ruangan kelas,” tegas Angga.
Sementara itu, terkait usulan penambahan unit sekolah baru, baik SMP maupun SMA, ia menilai hal tersebut masih perlu kajian mendalam. Pemerintah daerah bersama DPRD akan mempelajari terlebih dahulu apakah penambahan sekolah baru benar-benar dibutuhkan atau cukup dengan optimalisasi sarana yang sudah ada.
“Untuk penambahan unit sekolah SMP-SMA, kita akan pelajari lebih dahulu apakah memang diperlukan atau tidak. Tapi dalam hal ini yang paling mendesak adalah ruangan kelas,” pungkasnya.
Ia berharap, melalui proses pembahasan lanjutan dan penetapan prioritas yang matang, usulan-usulan dari Musrenbang Kecamatan MB Ketapang dapat direalisasikan secara bertahap, terutama yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post