SAMPIT – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur menaruh perhatian serius terhadap keamanan pangan yang beredar di tengah masyarakat. Peningkatan konsumsi pada momen tersebut dinilai harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat agar masyarakat terhindar dari risiko kesehatan.
Anggota Komisi II DPRD Kotim, Zainuddin, menilai inspeksi mendadak yang dilakukan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya bersama instansi terkait merupakan langkah strategis untuk memastikan makanan dan minuman yang dijual benar-benar aman dikonsumsi.
“Momentum Nataru biasanya diikuti dengan meningkatnya peredaran pangan. Karena itu, pengawasan seperti ini sangat penting agar masyarakat merasa aman,” ujar Zainuddin, Senin 22 Desember 2025.
Ia menjelaskan, pengawasan di lapangan bertujuan memastikan tidak ada produk pangan bermasalah, seperti makanan kedaluwarsa, kemasan rusak, hingga produk yang mengandung bahan berbahaya. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk perlindungan nyata terhadap konsumen.
Zainuddin menilai, keberadaan BPOM bersama dinas terkait di ritel modern, pasar tradisional, dan penjual pangan beku memberikan kepastian bahwa standar kesehatan tetap dijaga meski aktivitas jual beli meningkat.
“Dengan pengawasan yang intensif, potensi kejadian keracunan atau gangguan kesehatan akibat pangan yang tidak layak edar bisa dicegah sejak awal,” katanya.
Selain melindungi masyarakat, ia juga menekankan bahwa sidak berdampak positif bagi para pedagang. Pengawasan dinilai dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha agar lebih selektif dalam menjual produk serta bertanggung jawab terhadap konsumen.
Menurutnya, pengawasan pangan tidak seharusnya hanya dilakukan menjelang hari besar keagamaan. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan keamanan pangan di daerah.
“Kita ingin masyarakat Kotim benar-benar terlindungi dan yakin bahwa makanan dan minuman yang mereka konsumsi telah memenuhi standar kesehatan,” pungkas Zainuddin.
Dengan sinergi antara BPOM, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, DPRD Kotim berharap keamanan pangan di pasaran tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat merayakan Nataru dengan tenang dan aman.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post