SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Wahito Fajriannor, mengungkapkan bahwa daerah tersebut akan mengalami pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp318 miliar. Meski begitu, arah kebijakan efisiensi anggaran masih dalam tahap pembahasan dan belum diputuskan secara final.
Menurut Wahito, pembahasan terkait efisiensi baru akan dimulai pekan depan bersama mitra kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim. Pihaknya belum dapat menjelaskan secara rinci skema efisiensi karena prosesnya masih menunggu hasil pembahasan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Pembahasan efisiensi anggaran belum dilakukan. Rencananya minggu depan baru mulai dibahas bersama mitra. Namun memang sudah diketahui bahwa Kotim mengalami pemangkasan anggaran dari pusat sekitar Rp318 miliar,” ujarnya, Sabtu 18 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, Komisi I DPRD Kotim sebenarnya sudah memiliki arah kebijakan sementara mengenai prioritas efisiensi, namun belum bisa disampaikan secara terbuka sebelum adanya keputusan bersama. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman apabila ada sektor yang ternyata memiliki kebutuhan mendesak.
“Kami di Komisi I sudah ada gambaran arahnya, tapi belum bisa kami ungkapkan karena belum dibahas secara resmi dengan mitra. Takutnya, ketika ada pengurangan di salah satu OPD, ternyata OPD tersebut memiliki kebutuhan yang sifatnya urgen,” jelas Wahito.
Ia menegaskan, DPRD akan berhati-hati dalam menentukan prioritas efisiensi agar langkah yang diambil tidak justru mengganggu pelayanan publik atau menghambat program penting bagi masyarakat. Oleh karena itu, seluruh keputusan akan diambil berdasarkan hasil pembahasan bersama eksekutif.
“Setelah pembahasan dengan mitra, barulah kita bisa tahu hasil finalnya. Prinsipnya, efisiensi harus dilakukan dengan cermat dan tetap memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post