SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Zainudin angkat bicara terkait puluhan warga Desa Bantian dan Kelampaan, Kecamatan Pulau Hanaut, yang gagal berangkat umroh hingga kini. Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih travel perjalanan ibadah agar tidak terjebak penipuan.
“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk benar-benar melihat travel yang akan diikuti. Kalau perlu koordinasi dengan Kementerian Agama, karena mereka mengetahui semua travel yang bonafit dan terdaftar resmi. Jangan sampai masyarakat mudah terpengaruh dengan iming-iming murah,” kata Zainudin, Sabtu 16 Agustus 2025.
Menurut mantan Kepala Kementerian Agama Kotim itu, kasus yang menimpa sekitar 27 warga Pulau Hanaut harus menjadi pelajaran. Pasalnya, banyak oknum mengatasnamakan travel umroh maupun haji plus untuk mencari keuntungan pribadi.
“Ini yang kita sayangkan, jangan sampai menjadi modus penipuan. Apalagi di daerah pelosok yang aksesnya cukup jauh, masyarakat mudah sekali dipengaruhi. Kalau sudah begini, silakan laporkan kepada pihak berwajib karena ini menyangkut penipuan,” tegasnya.
Zainudin juga mengingatkan masyarakat tidak tergiur dengan tawaran biaya umroh di bawah Rp20 juta. Ia menilai, biaya yang terlalu murah justru menjadi indikasi kuat bahwa travel tersebut tidak resmi.
“Kalau ingin umroh, carilah travel yang jelas kantornya, jelas ustaz pembimbingnya, dan sudah dikenal masyarakat. Lebih baik pilih travel yang ada di Kotim, karena banyak ustaz kita yang sudah berpengalaman membawa jamaah umroh maupun haji plus,” ujarnya.
Ia menambahkan, sosialisasi dari Kemenag maupun KUA sangat penting untuk mengingatkan masyarakat. Bahkan, menurutnya informasi mengenai travel resmi bisa disampaikan dalam berbagai forum, mulai dari acara keagamaan hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Jangan sampai masyarakat atau tokoh agama mudah diperdaya dengan janji-janji, seperti bonus keberangkatan jika bisa mengumpulkan jamaah. Semua harus dicek dulu kebenarannya, jangan-jangan bodong. Kalau travel resmi, walaupun ada kendala pasti jamaah tetap diberangkatkan,” tandasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post