SAMPIT — Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Zainuddin, menyampaikan keprihatinannya atas rentetan peristiwa kebakaran yang terjadi di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Sedikitnya empat kejadian kebakaran tercatat dalam beberapa waktu terakhir, masing-masing terjadi di Kelurahan Samuda Kota, Desa Jaya Kelapa, dan Bapanggang Raya.
“Ini sudah empat kali kebakaran di wilayah selatan, dan semuanya sangat memprihatinkan. Yang terbaru terjadi di Bapanggang, rumah habis terbakar tanpa sempat menyelamatkan satu barang pun. Bahkan mobil pemilik rumah juga ikut terbakar karena tidak bisa digeser,” ungkap Zainuddin usai meninjau langsung lokasi kejadian, Senin 14 Juli 2025.
Ia menilai, penyebab utama kebakaran diduga kuat berasal dari instalasi listrik rumah tangga yang sudah tua dan tidak pernah diperbaharui. Dari pengamatannya di lapangan, sebagian besar kabel di rumah-rumah warga di Samuda dan sekitarnya sudah berumur 20 hingga 30 tahun.
“Hampir semua rumah di Samuda pakai instalasi lama. Kabel-kabel itu sudah keras, aus, dan rentan terjadi gesekan yang memicu percikan api. Apalagi sebagian besar belum menggunakan pelindung kabel seperti paralon. Kalau sudah dimakan tikus atau rusak, rawan sekali terjadi hubungan pendek,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa masyarakat umumnya tidak tahu pasti penyebab kebakaran, karena memang tidak terlihat adanya api sebelumnya. Namun, dugaan kuat mengarah pada korsleting listrik akibat kondisi kabel yang sudah tak layak pakai.
“Yang di Bapanggang kemarin itu rumah kosong, istrinya sedang ke rumah keluarga, suaminya kerja di Kelurahan Tanah Mas. Kebakarannya terjadi sekitar pukul delapan malam. Tidak ada satu pun yang tersisa. Habis total,” ujarnya.
Untuk itu, Zainuddin mengimbau masyarakat agar mulai memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Ia juga meminta agar PLN dapat lebih proaktif memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai usia aman kabel listrik dan perlunya penggantian secara berkala.
“Kita harapkan ke depan PLN bisa turun sosialisasi langsung ke masyarakat. Karena masalah ini bukan sekadar teknis, tapi menyangkut keselamatan dan aset puluhan tahun warga. Jangan sampai ada korban lagi karena kelalaian yang bisa dicegah,” tegasnya.
Ia juga mengajak semua pihak untuk lebih peduli, termasuk pemerintah daerah, agar ada langkah nyata mendukung upaya pencegahan kebakaran, baik melalui edukasi maupun bantuan teknis untuk perbaikan instalasi listrik rumah warga yang tidak layak.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post