SAMPIT – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Mariani, menilai rencana pemindahan pelabuhan bongkar muat ke Desa Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, perlu dipertimbangkan secara matang. Menurutnya, dampak lalu lintas dan keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Kalau dikaji ulang, mungkin kebijakan itu sudah melalui berbagai pertimbangan. Tapi kalau angkutan barang tetap masuk ke kota, tentu ada risiko besar, apalagi lalu lintas di sini padat. Ada anak-anak sekolah, orang bekerja. Ini bisa ganggu ekonomi masyarakat juga,” kata Mariani, Rabu 4 Juni 2025.
Ia menekankan pentingnya membedakan jalur atau waktu pengangkutan antara barang dan penumpang. Jika tidak, kata dia, dampaknya bisa terasa langsung pada kondisi kota dan kenyamanan warga. “Angkutan barang dan orang seharusnya terpisah. Selama ini pelabuhan umum terlihat kumuh karena bercampurnya aktivitas. Jalan juga cepat rusak karena dilewati kendaraan berat,” ujarnya.
Mariani menilai, pemindahan ke Bagendang memiliki potensi positif untuk jangka panjang. Selain mengurangi kepadatan di dalam kota, wilayah tersebut juga dinilai lebih layak karena kontur sungainya tidak mengalami pendangkalan seperti di Pelabuhan Sampit.
“Di sana airnya stabil, tidak menunggu pasang seperti di Sampit. Itu tentu menguntungkan bagi pengangkutan barang. Tapi, ya itu tadi, perlu diperjelas skema penggunaannya. Bisa saja minggu ini angkutan barang, minggu depan penumpang. Supaya tidak tumpang tindih,” jelasnya.
Politisi Partai Golkar ini juga menyebut penataan pelabuhan secara terpisah antara barang dan orang bisa membantu pemerintah dalam menata kota. Namun ia menegaskan, solusi ideal harus dicapai bersama melalui diskusi yang melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat.
“Kita ini maunya yang terbaik. Pemerintah pasti ingin masyarakat sejahtera. Kami di DPRD juga begitu, tidak ada niat menghalangi, hanya ingin cari solusi terbaik,” tandasnya. Menurutnya, kota Sampit sebagai pintu gerbang ekonomi daerah harus dijaga dari beban yang tidak perlu.
Jika arus logistik terlalu menumpuk di dalam kota, maka kerugian jangka panjang bisa lebih besar dibanding manfaatnya. “Pelabuhan itu memang penting untuk distribusi barang, tapi jangan sampai merugikan masyarakat. Kita tunggu saja seperti apa solusi dari pemerintah, kami siap mendampingi,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post