KUALA KAPUAS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan ibadah kurban di Kabupaten Kapuas. Pada Rabu 4 Juni 2025 Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo menyerahkan secara simbolis dua ekor sapi kurban kepada masyarakat Kapuas.
Penyerahan berlangsung di halaman Masjid Agung Al-Mukarram, Kuala Kapuas. Dua ekor sapi jenis limousin tersebut diserahkan kepada Pengelola Masjid Agung Al-Mukarram dan Pondok Pesantren Nahdlatul Salam sebagai perwakilan penerima bantuan.
Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno yang menerima secara langsung bantuan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah atas kepeduliannya terhadap masyarakat Kapuas. Tahun ini, Pemprov Kalteng menyalurkan sebanyak 40 ekor sapi kurban untuk wilayah Kabupaten Kapuas. Dua ekor kita terima secara simbolis hari ini, sisanya akan didistribusikan ke berbagai titik di daerah,” ujar Bupati Wiyatno.
Selain dari bantuan provinsi, Pemerintah Kabupaten Kapuas juga menyalurkan sebanyak 262 ekor sapi kurban. Hewan-hewan tersebut akan didistribusikan ke seluruh desa dan kelurahan, serta kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan organisasi masyarakat Islam setempat.
Kita memiliki 232 desa dan kelurahan, masing-masing akan menerima satu ekor sapi. Sementara sisanya akan dialokasikan untuk Forkopimda dan ormas Islam sebagai bagian dari upaya pemerataan,” jelasnya. Bupati berharap, pelaksanaan ibadah kurban pada Iduladha tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan. Ia juga menekankan pentingnya momen kurban sebagai sarana mempererat silaturahmi dan semangat berbagi antar warga.
Penyaluran hewan kurban ini merupakan bagian dari sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam memperkuat nilai-nilai sosial dan religius di tengah masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, unsur Forkopimda, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kapuas.
(gia/matakalteng)






















Discussion about this post