SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menegaskan pentingnya percepatan pembangunan yang tidak hanya mengejar target angka, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal ini ia sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian dan Evaluasi (Rakordalev) Triwulan I Tahun 2024 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim.
“Rakordal ini memiliki peran strategis dalam peningkatan koordinasi serta melihat sejauh mana capaian kinerja perangkat daerah hingga Triwulan I. Termasuk pelaksanaan program, kegiatan, subkegiatan, hingga capaian pendapatan dan belanja sesuai yang dituangkan dalam RKPD dan APBD Tahun Anggaran 2025,” ujarnya, Rabu 4 Juni 2025.
Bupati menyampaikan bahwa target belanja yang harus dicapai pada Triwulan I sebesar 20 persen, dengan realisasi fisik di atas angka tersebut. Karena itu, dirinya meminta semua kepala perangkat daerah untuk serius dalam memperhatikan pelaksanaan pembangunan, khususnya kegiatan fisik dan pengadaan barang/jasa agar berjalan efektif, efisien, serta tepat waktu.
“Seiring dengan berakhirnya Triwulan I, saya ingin mengingatkan agar semua kepala perangkat daerah fokus terhadap program yang telah direncanakan. Jangan hanya mengejar output, tapi arahkan kegiatan pada hasil yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Halikinnor.
Ia juga menyoroti bahwa tahun 2024 merupakan tahun terakhir dari pelaksanaan RPJMD Kabupaten Kotim 2021–2026. Untuk itu, setiap perangkat daerah wajib menyusun evaluasi Renstra periode tersebut dan menyampaikannya kepada Bupati melalui Kepala Bappedalitbang paling lambat tanggal 20 Juni 2025.
“Evaluasi itu harus diselesaikan sampai 31 Desember 2024. Saya minta seluruh kepala perangkat daerah tidak menunda pekerjaan ini karena penting untuk memastikan keberlanjutan pembangunan yang sudah kita rancang sejak awal masa jabatan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Halikinnor juga meminta agar Rakordal tidak hanya dijadikan ruang laporan semata, tetapi sebagai sarana refleksi dan perbaikan kinerja. Ia menekankan agar setiap permasalahan yang muncul bisa segera ditemukan solusinya, tanpa menunggu menjadi persoalan besar.
“Jangan tunggu masalah menjadi besar baru kita turun tangan. Temukan masalahnya, rumuskan solusinya, dan pastikan tindak lanjutnya. Mari kita jadikan tahun 2025 sebagai momentum percepatan pembangunan yang benar-benar berdampak dan memberi hasil nyata,” tandasnya.
Bupati pun mengingatkan agar arah dan fokus pembangunan 2025 yang telah disepakati dalam RKPD dan APBD tetap dijaga. Fokus tersebut mencakup pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia, reformasi birokrasi, dan penguatan ketahanan ekonomi daerah.
“Kita sudah sepakati empat prioritas utama, yaitu infrastruktur dasar, SDM, reformasi birokrasi dan ketahanan ekonomi. Ini harus tetap jadi titik tekan agar pembangunan kita benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post