SAMPIT – Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Mariani, menilai wacana pemasangan jembatan timbang sebagai upaya mengontrol angkutan barang berat di daerah ini tidak mudah diwujudkan. Dia menjelaskan tantangan utama adalah angkutan barang yang datang dari berbagai arah, sehingga sulit menentukan lokasi strategis untuk memasang jembatan timbang.
“Kita sebenarnya mendukung adanya timbangan, tapi sepertinya secara teknis tidak memungkinkan. Angkutan itu datangnya dari banyak penjuru, bingung mau diletakkan di mana timbangannya,” ujarnya, Rabu 4 Juni 2025. Mariani menambahkan, pengalaman lamanya sebagai pegawai provinsi saat masa Gubernur Teras membuka wawasan tentang kapasitas jalan yang harus dijaga agar tidak rusak akibat muatan berlebih.
Dia menyebutkan, kapasitas jalan hanya untuk beban maksimal delapan ton, tetapi banyak truk dengan muatan jauh melebihi, bahkan sampai 20 ton. “Saya lihat truk Fuso yang bawa sawit itu ada yang sampai 13 ton. Jalan kita jadi cepat hancur. Kalau kita patuhi aturan, Gubernur sudah cukup tegas. Kalau melebihi harus bayar, seperti di Banjarmasin dan Kapuas, tapi jangan ada permainan,” kata dia.
Mariani juga mengingatkan, tidak hanya soal penempatan jembatan timbang yang sulit, tapi juga soal integritas dalam pengawasan. Ia menilai, selama ini masih ada oknum yang bermain curang sehingga banyak kendaraan berat yang lolos dari pengawasan. “Kalau soal pengawasan, saya sudah komunikasi dengan Dinas Perhubungan. Banyak keluhan masyarakat, terutama saat sore hari banyak angkutan berat berderet di jalan kota. Ini bukan jalan untuk kendaraan berat tapi untuk umum,” ungkapnya.
Politisi Partai Golkar ini menegaskan, ke depan akan ada penertiban yang lebih ketat terkait kendaraan angkutan barang. Ia menekankan perlunya pemisahan antara kendaraan angkutan barang dan kendaraan umum untuk menghindari kemacetan dan kerusakan jalan.
“Setelah jalan Lingkar Selatan selesai, pengawasan harus benar-benar dijaga ketat. Kita sudah keluarkan anggaran besar untuk memperbaiki jalan, tapi kalau kendaraan berat masih seenaknya lewat, itu merugikan semua,” pungkas Mariani. Dia berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menjaga kondisi jalan dan kelancaran arus lalu lintas demi kenyamanan masyarakat serta kelangsungan pembangunan di Kotim.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post