SAMPIT – Pedagang Pasar Mangkikit Sampit masih terus merasakan dampak ketidakjelasan nasib bangunan pasar yang mangkrak hingga kini. Janji penyelesaian pembangunan pasar tersebut tak ubahnya angin lalu, membuat para pedagang semakin apatis dan merugi akibat setoran lapak yang tak kunjung terealisasi.
“Karena ini adalah janji dan tunggakan pekerjaan yang tidak beres-beres maka kita berharap pemerintah daerah komitmen dan konsisten menuntaskan masalah ini diperiode ini bagaimanapun caranya sampai kepada fungsional,” kata Muhammad Abadi, selaku anggota DPRD Kotim, Senin 12 Mei 2025.
Abadi menyebutkan sengkarut pasar ini sudah beberapa kali dibahas di DPRD Kotim, namun tak ada tindak lanjut konkret. “Ini tantangan kepada Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar. Saya cenderung melihat bupati menempatkan pejabat baru ini memang ditugaskan secara khusus untuk penyelesaian Pasar Mangkikit ini. Sekarang kita lihat dalam 100 hari ke depan apakah mampu atau stagnan lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Pengurus Pasar Mangkikit, Agus Sugianto mengungkapkan kerugian pedagang semakin bertambah akibat janji manis yang tak kunjung ditepati. “Dari 93 data pedagang yang sudah kami terima, mereka sudah menyetorkan uang muka mulai dari Rp 735 ribu hingga pelunasan sebesar Rp 150 juta. Jika ditotalkan, angkanya hampir mencapai miliaran rupiah,” ungkapnya.
Menurutnya, sebagian besar setoran tersebut digunakan dengan dalih biaya administrasi dan notaris. Bahkan, ada oknum dinas yang terlibat, termasuk Aloysius yang sebelumnya telah terjerat kasus pidana penipuan pedagang di pasar Eks Mentaya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post