SAMPIT – Perumda Tirta Mentaya Sampit mengakui belum mampu memenuhi target akses air minum aman 100 persen pada 2030 seperti yang dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Saat ini, cakupan layanan air minum di Kotawaringin Timur baru mencapai 23 persen dari total penduduk.
“Mungkin untuk memenuhi target air minum aman 100 persen di tahun 2030 kami belum sanggup. Namun, kami memastikan distribusi air ke masyarakat sudah sesuai dengan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023,” kata Plt Perumdam Tirta Mentaya Sampit, Edy Dyufriadi, Senin 12 Mei 2025.
Ia menjelaskan, penerapan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mencapai target nasional tersebut. “RPAM bukan menjadi beban tambahan, melainkan sebagai pemantik untuk meningkatkan pelayanan air minum aman dan mempermudah perencanaan daerah,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini sambungan pelanggan di Kotim sebanyak 36.260 unit, dengan konsentrasi terbesar di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang sebanyak 27.312 unit. “Ini yang menjadi PR kita semua, bagaimana meningkatkan cakupan pelanggan dan memperluas jaringan perpipaan,” tuturnya.
Sebagai informasi, Kotim merupakan salah satu dari 280 kabupaten/kota yang terlibat dalam penyusunan RPAM pada 2025. Program ini menjadi peta jalan untuk memperluas penerapan air minum aman di seluruh daerah.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post