SAMPIT – Keputusan panitia Smansa Marching Day 2025 yang tiba-tiba mengubah daftar pemenang lomba Marching Band kategori TK memicu gelombang kekecewaan dari sejumlah pihak. Tidak hanya peserta, orangtua siswa juga mempertanyakan kredibilitas panitia terkait inkonsistensi pengumuman pemenang.
Kekecewaan ini terutama dirasakan TK Melati yang sebelumnya diumumkan sebagai Juara 3, namun kemudian posisinya digeser oleh TK Nurul Iman setelah pengumuman direvisi. “Kami dari pihak orangtua peserta tidak terima dengan perubahan seperti ini. Ini sama saja merusak mental anak-anak kami,” kata salah satu orangtua peserta, Senin 12 Mei 2025.
Fitriani, Kepala TK Nurul Iman sekaligus penanggung jawab Drumband Suara Nada, juga mengaku tidak habis pikir dengan perubahan mendadak tersebut. “Kami mendapat pengaduan dari orangtua siswa untuk memprotes hal ini. Mereka tidak ingin mental anak-anak terpengaruh akibat kesalahan penyebutan pemenang lomba sehingga menjadi opini yang kurang baik kepada pihak panitia,” ujarnya.
Menanggapi protes ini, Kepala SMAN 1 Sampit, Mohamad Darma Setiawan, menjelaskan bahwa perubahan tersebut bukan karena kesalahan penilaian juri, melainkan murni kesalahan pembacaan oleh MC. “Kesalahan bukan pada penilaian juri atau tim penilaian, tapi karena keliru saat pembacaan pemenang kategori TK,” tegasnya.
Menurut Darma, pihak panitia akan segera menemui pihak TK dan RA peserta lomba untuk memberikan klarifikasi dan permintaan maaf atas insiden tersebut. “Panitia akan mengatur waktunya untuk menjelaskan kronologi secara resmi,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post