SAMPIT – Wakil ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Hairis Salamad mengaku miris dengan peredaran narkotika di wilayah Kotim. Bahkan menurutnya pengguna narkoba ini sudah merambah hampir semua lini kehidupan masyarakat termasuk tidak hanya di perkotaan namun juga sampai ke pelosok desa.
“Terutama di wilayah perkebunan perkebunan, bahkan dalam kasus konflik antara perusahaan perkebunan dengan masyarakat pun kerapkali dijadikan aknum tidak bertanggung jawab sebagai wadah untuk mengkonsumsi narkoba,”ujarnya, Jumat 24 Mei 2024.
Apalagi, berdasarkan hasil survei prevalensi penggunaan narkoba yang dilakukan BNN, pusat penelitian masyarakat, dan badan riset dan inovasi nasional (BRIN) serta BPS tentang survei nasional penggunaan narkoba di 34 provinsi tahun 2023, diketahui bahwa angka prevalensi penggunaan narkoba di Indonesia telah mencapai 1,73 atau sekitar 3,3 juta orang penduduk Indonesia pada rentang usia 15 sampai 64 tahun.
Sedangkan provinsi Kalteng mencapai 0,40 sampai 0,70 atau sekitar 6.317 – 10.108 orang. Sementara di Kotim estimasi sekitar 1.243 – 2.176 orang yang telah menggunakan narkoba.
“Padahal kita ketahui bersama kerugian terbesar dari penyalahgunaan narkoba adalah pelemahan karakter individu yang menyebabkan melemahnya ketahanan masyarakat sebagai awal dari kehancuran bangsa. Sehingga memang sudah bisa kita sebut darurat dan perlu penanganan preventif baik itu dari pemerintah maupun instansi terkait,”ujarnya.
Terutama lanjutnya, Kotim sendiri merupakan kabupaten perlintasan dan banyak akses masuk ke Kabupaten baik itu jalur darat maupun air. Sehingga penyebaran narkoba di wilayah ini terbilang sangat riskan.
“Untuk itu kita mendukung dan mendorong agar terbentuknya BNNK di Kotim. Apalagi rencana ini juga sudah mendapat dukungan dari BNN provinsi Kalimantan tengah. Bahkan menurut Kepala BNN Provinsi Kalteng Joko Setiono, pembentukan BNNK Kotim merupakan prioritas dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan),”bebernya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post