SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat akan menyalurkan bantuan bahan pangan atau beras dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebanyak 22.160 kg.
“Sampai saat ini yang sudah masuk data korban terdampak banjir di Mentawa Baru Ketapang (MBK), Mentaya Hilir Utara (MHU), Kota Besok (Kobes) , Telaga Antang, Mentaya Hulu dan Bukit Santuai,” Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Sepnita, Jumat 24 Mei 2024.
CPPD ini disalurkan untuk korban terdampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Kotim tepatnya pada awal Mei 2024 di wilayah itu curah hujannya sangat tinggi, kondisi ini diperparah dengan air pasang laut yang tinggi serta sungai yang tidak bisa menampung lagi debit air sehingga menyebabkan bencana banjir di beberapa daerah di Kotim.
“Total CPPD yang disalurkan atau yang telah diajukan itu ada 2.122 KK, dimana setiap KK menerima 10 kg beras. Meraka menerima semua. Jadi total beras yang dikeluarkan sebanyak 2,2 ton,” sebutnya.
Namun berdasarkan data korban terdampak banjir dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) rencana bantuan yang akan disalurkan itu ada 22 ribu ton lebih.
Jumlah bantuan itu diperuntukkan untuk enak kecamatan yaitu MBK, MHU, Kobes, Telaga Antang, Mentaya Hulu dan Bukit Santuai.
“Tapi masih ada data menyusul dari beberapa kecamatan yang harus diverifikasi. Karena penyaluran beras ini pada masa transisi yaitu 30 Mei 2024 harus selesai. Setalah itu kita tidak menyalurkan lagi, ini sudah ditetapkan dalam Perda nomor 9 tahun 2021,” ungkapnya.
Ditambahkan, stok beras CPPD Kotim yang disimpan di Badan Urusan Logistik (Bulog) Sampit ada 42 ribu kg atau 4,2 ton. Namun pada tahun 2024 ini akan ada tambah pengadaan beras.
“Untuk jumlahnya saya lupa. Tapi ada pengadaan pada tahun 2024 ini. CPPD digunakan untuk jika daerah tertimpa bencana banjir dan kekeringan, dua bencana itu saja,” tutupnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post