SAMPIT – Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Syahbana mendorong, agar pemerintah mulai bersiap menghadapi musim kemarau, terutama untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
“Persiapan perlu dilakukan jauh hari agar bencana kebakaran hutan dan lahan bisa diredam. Perlu dipersiapkan dan diaktifkan semua sumber daya yang berkaitan dengan upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kotim ini tanpa terkecuali,” katanya, Kamis, 16 Mei 2024.
Menurutnya, upaya pencegahan dan penanggulangan yang sudah dilakukan pemerintah cukup baik. Hal itu terlihat pada 2023 lalu, bahwa bencana karhutla bisa dicegah dengan maksimal untuk wilayah yang memang dianggap rawan dan kerap kali terjadi karhutla.
”Salah satunya saya lihat cukup baik adalah pengaktifkan satgas di masing-masing desa untuk pencegahan. Itu sangat efektif dan tahun ini saya kira perlu dilakukan lagi hal serupa. Untuk teknis pembiayaan kita serahkan ke pemerintah daerah, apakah melalui pihak ketiga atau menggunakan anggaran desa masing- masing,” tegasnya.
Pada saat tahun 2023 lalu, tercatat luasan lahan yang terbakar lebih dari 500 ha, maka dari itu diharapkan upaya pencegahan terus dilakukan oleh pemerintah dari tingkat desa hingga kabupaten agar dapat menekan angka karhutla yang kemungkinan juga terjadi pada saat musim kemarau tahun 2024 ini.
“Terutama karena pada bulan Mei ini sudah terjadi penurunan curah hujan di Kotim karena sudah mulai memasuki masa transisi menuju musim kemarau yaitu yang diperkirakan pada bulan Juli 2024,”pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post