SAMPIT – Kalangan DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) getol memperjuangkan semua aspirasi yang disampaikan masyarakat, baik melalui kegiatan reses maupun musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) oleh pemerintah.
“Sudah banyak aspirasi masyarakat yang kami masukkan dalam anggaran penggunaan dana pokok pikiran masing-masing Anggota DPRD, sehingga kami harapkan dapat direalisasikan oleh pemerintah dan jangan di otak atik atau dialihkan, karena merupakan janji politik kami kepada masyarakat,”kata Anggota DPRD Kotim, Mariani, Senin 6 Mei 2024.
Dikatakannya, kegiatan reses ataupun musrenbang bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat dan sekaligus mengetahui permasalahan- permasalahan yang ada. Sehingga berbagai aspirasi yang diterima akan diterukan kepada pemerintah untuk ditindak lanjuti.
“Terutama usulan-usulan yang ada keterkaitannya dengan visi dan misi pemerintah. Meski yang diusulkan tidak pernah jauh dari program pemerintah, namun skala prioritas tetap diperhatikan dalam pelaksanannya,”tegasnya.
Sementara itu Anggota DPRD lainnya Dadang Siswanto menyampaikan, dirinya sudah beberapa kali mengingatkan dan mengusulkan kepada pemerintah untuk melakukan normalisasi sejumlah anak sungai yang ada di Kota Sampit khususnya wilayah Baamang untuk antisipasi banjir.
“Itu sudah jauh saya sampaikan sebelum banjir terjadi semakin parah seperti sekarang ini, karena kemarin juga sempat masuk dalam usulan warga wilayah Baamang pada saat reses. Dan sudah kami sampaikan kepada pemerintah daerah,”ujarnya.
Untuk itu ia berharap, kedepannya pemerintah lebih sigap melakukan langkah-langkah antisipasi bencana agar tidak ada yang dirugikan, minimal meminimalisir dampak kerugian.
Saat ini Kecamatan yang terdampak banjir di Kotim ialah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Mentawa Hilir Utara, dan Antang Kalang. Dan sekarang pemerintah Kotim juga sudah menetapkan status tanggap darurat banjir selama 14 hari.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post