SAMPIT – Sejumlah masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) khususnya di Kota Sampit banyak mengeluhkan banjir yang terjadi pada tahun 2024 ini adalah banjir terparah. Dimana banyak lokasi yang belum pernah terjadi banjir, namun kini malah digenangi air bahkan sampai masuk ke dalam rumah warga.
“Kita berharap pemimpin selanjutnya nanti ada solusi untuk mengatasi banjir di Kotim yang semakin tahun semakin parah. Kita harus memanfaatkan moment Pilkada ini untuk memilih pemimpin yang benar-benar handal mengatasi persoalan di Kotim,”ujar warga Jalan RA Kartini yang sebelumnya mengalami banjir, Bambang, Senin 6 Mei 2024.
Sementara itu warga lainnya di Jalan Antang Barat Raja berharap, masyarakat sekarang ini sudah lebih bijak dalam memberikan suara untuk menentukan pilihan. Sehingga tidak mudah dibujuk dengan rayuan politik uang.
“Kita harus benar-benar melihat apakah bisa bekerja atau tidak. Kalau ada yang memberi uang silahkan saja, tapi tetap kita pilih yang sesuai dengan hati nurani dan yang mau berjuang untuk kepentingan masyarakatnya,”tegasnya.
Terpisah warga Jalan Pramuka Iqbal juga mengatakan, banjir yang menggenangi rumah warga ini membuat banyak kerugian. Selain usaha warga yang mandek, banyak kendaraan mogok dan harus perbaikan, ada juga usaha warga yang rugi besar seperi kasus tambak ikan jebol dan juga gagal panen.
“Kalau kita perhatikan sebenarnya persoalan ada di saluran air, karena di beberapa sungai besar contohnya yang di Jalan Pramuka ini saja sungainya masih dangkal artinya masih bisa menampung air. Namun kenyataannya banyak permukiman warga di daerah ini yang terendam banjir, begitu juga sejumlah perumahan. Setelah diperhatikan, ternyata tidak ada parit yang tersambung dari permukiman itu ke sungai besar,”ungkapnya.
Sedangkan pihak DPRD Kotim juga menyoroti banjir yang terjadi di Kotim bahkan masih merendam 4 kecamatan selama berminggu-minggu.
“Melihat kondisi banjir sekarang ini saya rasa perlu ada langkah strategis jangka pendek maupun jangka panjang yang harus dilakukan pemerintah. Sehingga upaya yang dilakukan tidak hanya pada saat banjir itu terjadi agar segera surut, namun harus mampu meminimalisir banjir ketika hujan lebat lagi yang dibarengi pasangnya air sungai,”ucap Anggota DPRD Kotim, Syahbana.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post