SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Mariani menyampaikan, pekerjaan pemerintah selalu terlambat bahkan sudah tiga tahun ia memperhatikan hal itu selalu berulang, sehingga pembangunan kerap tidak terealisasi dan menjadi silpa atau sisa anggaran terjadi di akhir tahun.
“Salah satunya kendala adalah sulit mencari material galian c. Apakah selama beberapa tahun ini kita tidak ada mencari solusi untuk mengatasinya. Bahkan sampai di bulan Juli ini tidak ada satupun pekerjaan kita yang sudah dimulai. Dan barusan saya menelpon salah seorang pemborongnya mengatakan belum ada pembayaran kepada mereka,” kata Mariani, Senin 17 Juli 2023.
Hal itu langsung dijawab oleh Kepala Badan Keuangan Dan Aset Daerah (BKAD) Kotim Poraktina Ike Heritha, bahwa untuk sebagian pemborong yang sudah SP 2 telah dibayarkan, dan sebagian lagi belum lantaran menunggu dana transfer dari pemerintah provinsi.
“Karena biasanya pemerintah provinsi ini juga mentransfer dana mendekati akhir-akhir masa anggaran. Itu juga biasanya menjadi kendala kami untuk membayarkan TPP pegawai. Karena kalau masuknya hari Sabtu dan Minggu pun Bank Kalteng tidak mau menerima kalau kami ingin melakukan tranfer kepada pegawai,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Bappenda Kotim Ramadansyah mengatakan, hutang dana tranfer dari pemerintah provinsi pada 2022 sebanyak Rp 57 milyar, baru dibayar pada Juli ini sebanyak Rp 43 milyar.
“Itu baru tahap 1 nya, dan baru dibayarkan sudah pertengahan tahun. Belum tahap berikutnya, nanti ada hutang lagi, lalu ada keterlambatab lagi. Maka dari itu kami ini harus double mencari pendapatan, untuk biaya belanja 2023 dan juga untuk bayar hutang di 2022 lalu,” ujarnya.
Pihaknya sekarang mengejar pajak usaha batu bara, karena royaltinya lumayan besar untuk membantu biaya pembangunan daerah.
“Dan kami juga sudah koordinasi bersama Dinas Perizinan, untuk proses percepatan rekomendasi usaha tambang mereka terlebih dahulu harus mendaftar sebagai wajib pajak. Sehingga setelah izinnya keluar kami langsung bisa menetapkan mereka sebagai wajib pajak,” pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post