SAMPIT – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) soroti laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2022 yang disampaikan Bupati Kotim, lantaran mengalami silpa atau sisa lebih pembiayaan hingga Rp 200 Milyar lebih.
“Dari apa yang disampaikan Bupati sebelumnya, pelaksanaan APBD Kotim 2022 mengalami silpa sebesar Rp207.836.047.664,67. Ini kami anggap sangat besar, harus dijelaskan apa kendalanya,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Paisal Darmasing, Senin 10 Juli 2023.
Karena dengan anggaran sebesar itu harusnya bisa dialihkan untuk pembangunan yang lebih penting dan ditunggu-tunggu masyarakat lainnya sehingga serapan anggaran bisa maksimal dan silpa bisa lebih sedikit agar tidak terkesan program yang dianggarkan sebelumnya menjadi sia-sia.
“Pada dasarnya, kami menilai pendapatan dan realisasi APBD 2022 merupakan capaian yang baik walaupun masih ada beberapa kekurangan yang menjadi catatan kami, termasuk juga target pendapatan yang tidak tercapai,” ucapnya.
Disebutkannya, pemerintah menargetkan pendapatan sebanyak Rp2.177.286.255.176,00 namun yang tercapai hanya Rp1.924.665.709.034,76 atau sebesar 88,40 persen.
“Ini juga harus dijelaskan mengapa tidak tercapai dan apa kendalanya agar dapat kita cari solusinya dalam rapat gabungan nanti. Begitu juga dengan penyerapan anggaran belanja daerah yang masih kurang sehingga masih ada hak pegawai yang masih belum dibayarkan,” tegasnya.
Pemerintah menargerkan belanja dan tranfer sebesar Rp2.262.854.558.500,00 namun yang tercapai hanya Rp1.902.863.571.762,12 atau sebesar 84,09 persen.
“Tanpa mencari keselahan, kami berharap kedepannya agar untuk serapan APBD lebih diperhatikan supaya tidak jauh jumlah target capaian terhadap realisasinya,” pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post