SAMPIT – Fraksi Partai Demokrat DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) sebut saat ini banyak persoalan pendidikan yang harus diselesaikan, salah satunya sistem zonasi yang tidak relevan dan malah penjadi sistem zona titip.
“Kita semua mengetahui bahwa dunia pendidikan kita baru saja selesai melaksanakan penerimaan untuk peserta didik baru tahun ajaran baru 2023/2024. Yang mana metode penerimaan peserta didik baru beberapa kali dirubah yang tujuannya untuk penyempurnaan setiap metode sebelumnya,” kata Ketua Fraksi Demokrat, SP Lumban Gaol, Senin 10 Juli 2023.
Fakta di lapangan ujarnya justru berpeluang sangat terjadi pelanggaran yang terjadi tidak dilihat mata tapi dilihat hati. Sistem Zonasi sudah diplesetkan masyarakat menjadi zonatip atau zona titip.
“Aplikasi canggih yang telah dibuat hanya menjadi bungkus dari praktik praktik kotor. Seperti hasil dari konsultasi yang dilakukan oleh DPRD bahwa secanggih apapun aplikasi yang dibuat akan tidak berguna ketika user atau penggunaannya tidak memiliki integritas yang baik,” tegasnya.
Hal ini ujarnya diperparah dengan ketidak pedulian dari yang mempunyai kewenangan pengawas dalam melakukan terobosan modifikasi sistem yang baik.
“Kami jadi teringat dengan Kutipan Bijak yang disampaikan oleh Profesor Yusril Izha Mahendra, dalam sistem pemerintahan yang baik, maka orang jahat di paksa jadi orang baik, dan dalam sistem pemerintahan yang buruk orang baik pun akan menjadi jahat,” ucapnya.
Sehingga fraksi Demokrat tidak bosan-bosannya untuk menyampaikan agar sistem tata kelola dan pengawasan dunia pendidikan selalu diperbaiki secara bersama sama. Tidaklah sulit untuk menemukan lubang-lubang tikus yang sedang membuat namun sulit adalah mencari orang yang berintegritas tersebut.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post