SAMPIT – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rinie Anderson mengharapkan, pemudik lebaran yang melalui Pelabuhan Sampit bisa berjalan dengan nyaman. Terlebih lagi jangan sampai ada yang tidak terangkut oleh pihak jasa angkutan pelayaran.
“Atensi dari saya secara khusus untuk penyelenggara mudik harus bisa memastikan semua penumpang terangkut. Jangan sampai ada pe- numpang yang terabaikan melalui Pelabuhan Sampit,” katanya, Rabu 5 April 2023.
Dirinya mengaku memantau terus persiapan arus mudik yang akan dilaksanakan intansi teknis. Dia menyatakan bahwa animo mudik tentunya lebih besar tahun ini.
Sehingga pihak penyelenggara sudah mengantisipasi hal tersebut Prediksi lonjakan pemudik, khususnya melalui Pelabuhan Sampit harus diantisipasi, terutama ketersediaan armada kapal.
“Jika sampai kurang, dikhawatirkan akan terjadi penumpukan penumpang dan rawan memicu masalah jika ribuan pemudik tidak sampai terangkut,”tegasnya.
Rinie menilai, potensi penumpukan ini bisa saja terjadi sebab ribuan pemudik memilih menggunakan jalur laut sebab jalur udara mengalami kenaikan harga signifikan untuk tiket pesawat.
“Banyak yang lebih baik mudik dengan kapal dan biayanya murah dibanding pesawat, tiketnya sudah Rp 2 juta, apalagi kalau satu keluarga 4-5 orang sudah menelan Rp10 juta, jauh bedanya di banding kapal laut,” sebutnya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Kesyah- bandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit Capt Miftakhul Hadi mengatakan, dari data yang dihimpun KSOP tahun 2019, jumlah angkutan arus mudik Lebaran yang berangkat melewati Pelabuhan Sampit pada tahun 2019 sebanyak 17.210 penumpang. Pada tahun 2020, arus mudik dan arus balik Lebaran mengalami penurunan dikarenakan pandemi Covid-19.
Sedangkan 2021, tercatat ada peningkatan sebesar 140 persen dilihat dari call di tahun 2021 berjumlah 12 call. Dengan rincian, penumpang naik sebanyak 2.661 orang dan penumpang turun sebanyak 607 orang.
Tahun 2022, jumlah penumpang naik pada arus mudik Lebaran sebanyak 7.319 penumpang.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post