SAMPIT – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten
Kotawaringin Timur (Kotim), Rudianur mengingatkan pedagang makanan berbuka puasa (takjil) yang saat ini sedang menjamur, untuk memerhatikan aspek kualitas produk yang dijual.
Pasalnya, jika diabaikan maka bisa saja menjadi permasalahan, salah satunya seperti Kue Ipau yang belakangan ini menelan korban keracunan.
“Perlu kita peringatkan pedagang yang menjual karena dampaknya tidak hanya kepada korban saja tetapi juga kepada penjual makanan itu sendiri ada implikasi hukum jika memang akibat dari makanan itu sendiri warga mengalami keracunan, atau sejenisnya,” katanya, Senin 3 April 2023.
Menurutnya, fenomena puluhan warga yang keracunan dalam beberapa hari terakhir ini lantaran kurangnya pembinaan serta pengawasan. Ditambah lagi, pemilik usaha yang tidak memeriksa kadar makanan yang diproduksinya sendiri.
“Kita harap ini jadi pelajaran kedepannya Dinkes bersama pihak terkait harus melakukan pengawasan apakah itu melalui pokjapokja khusus yang akan turun ke lapangan melakukan pemantauan dan pengawasan,” tegasnya.
Namun, Rudianur juga enggan mengomentari kasus ini yang sudah ditangani pihak kepolisian. Menurutnya aparat akan bekerja secara profesional. Dia hanya menitik beratkan kepada pemerintah daerah untuk melakukan edukasi pentingnya produk makanan yang higienis dan aman dikonsumsi masyarakat.
“Untuk proses hukum, percayakan kepada APH yang sudah melakukan penyelidikan atas kasus itu. Sselanjutnya pemerintah daerah harus aktif turun tangan ke lapangan apakah itu dari tim disperdagin bersama dinkes atau timtim terpadu lainnya yang dibentuk, dan juga kami sayangkan BPOM kurang maksimal mengawasi hal-hal tersebut,”pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post