SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk segera berkoordinasi dengan pihak Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang ada di wilayah setempat untuk memastikan jumlah karyawan yang akan mudik Lebaran tahun 2023.
“Perlu Kadishub Koordinasikan kepada 53 PBS, hubungi saja pimpinan perusahaan kira-kira karyawannya pulang ke Jawa umumnya berapa,” kata Halikinnor, Senin 3 April 2023.
Hal ini untuk mengantisipasi membludaknya arus mudik melalui pelabuhan Sampit. Karena berdasarkan perhitungan pihaknya, kemampuan armada yang ada di Kotim terutama jalur laut hanya mampu menampung sekitar 6 ribu pemudik. Itu berdasarkan kapasitas armada yang ada.
Menurutnya, dengan meminta perkiraan jumlah karyawan yang akan mudik dari 53 PBS, akan ada gambaran karena sebagian besar pekerja di Kotim terutama yang ada di BPS itu merupakan warga dari luar Kotim seperti Jawa.
Koordinasi harus segera dilakukan agar dapat mengambil langkah untuk mengantisipasi, salah satunya untuk meminta penambahan armada kapal kepada pusat.
“Karena kita tahu kemampuan muat armada kita hanya sekitar 6 ribu. Sehingga bisa mengambil langkah. Gambaran jumlah penumpang itu nantinya akan disampaikan ke pusat untuk menjadi perhatian. Saya tidak ingin pemudik keleleran di pelabuhan karena tidak termuat. Repot juga,” ucapnya.
Sementara Kepala KSOP Kotim Kapten Miftahul Hadi menambahkan, gambaran data penumpang dari tenaga kerja di Kotim asal luar daerah sangat diperlukan. Karena dari gambaran tersebut pihaknya dapat mendesak pusat untuk penambahan armada kapal nantinya jika arus mudik membludak.
“Meski sudah banyak warga memilih mudik lebih awal, namun prediksi potensi membludaknya penumpang masih ada. Kami akan meminta tambahan armada kepada pusat. Oleh sebab itu, kami memerlukan data pasti penumpang dari tenaga kerja di Kotim asal luar daerah, itu untuk mendesak lagi ke pusat untuk tambahan armada,” terangnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post