Banyak Pihak Tidak Hadir, RDP Tentang Pembangunan Bandara H Asan Ditunda

SAMPIT – Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) M Kurniawan Anwar mengatakan, Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang Percepatan Pembangunan Area Bandara Serta Area Pendukung Lainnya di Bandara H Asan Sampit terpaksa ditunda lantaran banyak pihak yang tidak hadir.

“Rapat hari ini terpaksa kami tutup dan akan diagendakan kembali dengan orang-orang yang berwenang dan bisa memberikan penjelasan serta membawa data, karena kalau tidak membawa data, kami bingung apa yang akan dibahas. Kalau seperti ini, kami kecewa tidak ada yang membawa data. Kami sudah mengumpulkan rekan-rekan untuk rapat membahas ini dengan serius,” kata Kurniawan, Senin 20 Desember 2021.

Baca juga berita lainnya

Lanjutnya, RDP ini digelar untuk mengetahui kejelasan pembangunan Bandara H Asan Sampit yang sudah ditunggu-tunggu masyarakat. “Masyarakat kita ini sudah mulai hilir mudik melakukan aktivitas ke luar daerah baik untuk berobat maupun kegiatan lainnya. Sehingga runway perjalanan dari Kotim ini perlu ditambah. Karena penerbangan dari Sampit ke Jakarta ini hanya ada dua kali dalam seminggu, itupun kadang ditunda,” tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Komisi I DPRD Kotim Hendra Sia yang juga hadir dalam RDP itu mengatakan, rapat hari ini tidak bisa diambil kesimpulan, karena yang bisa memberikan penjelasan dan keputusan tidak hadir bahkan bagian aset juga tidak hadir. “Dan dari yang saya dapatkan penjelasan oleh perwakilan yang hadir hari ini Dishub dan bandara menunggu kejelasan dari pemda terkait pelepasan lahan untuk pengembangan bandara,” ujar Hendra.

Sedangkan menurut Khozaini selaku Anggota Komisi I menyarankan, agar pihak bandara menjalin komunikasi dengan baik bersama Komisi I, sehingga sebelum adanya pengusulan anggaran pihaknya juga sudah tahu apa saja yang diperlukan dan besaran anggaran. “Sebelumnya saja mall pelayanan publik minta anggaran lumayan besar dan kami bisa perjuangkan hingga disetujui pemda, karena kami tahu rinciannya. Bahkan untuk penambahan modal PDAM setiap tahunnya pun kami bisa perjuangkan. Maka dari itu kedepannya jalin komunikasi, apalagi untuk pembangunan bandara sudah tentu akan kami perjuangkan,” pungkasnya.

(dia/matakalteng.com)

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR