SAMPIT – Ketua Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) Parimus mengatakan, di tengah adanya aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat serta pemangkasan anggaran saat ini, pemerintah Kotim diminta mempunyai strategi baru untuk menangani pandemi Covid-19.
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) harus mempunyai strategi baru dalam menghadapi pandemi Covid-19,” ujarnya, Sabtu, 10 Juli 2021.
Dirinya melihat RPJMD yang tengah dibahas masih tidak jauh berbeda dengan tahun 2017-2018 lalu, sehingga harusnya pemkab punya strategi ekonomi yang baru dalam mengahadapi keadaan sekarang.
“Agar pembangunan di daerah ini bisa berjalan normal dan ekonomi masyarakat Kotim bisa normal meski di tengah pandemi,” tegasnya.
Anggota Komisi II ini juga menyebutkan, pada tahun lalu apa yang sudah ditampung pada saat reses DPRD Kotim tidak ada yang bisa diperjuangkan untuk masyarakat karena anggaran Pokok Pikiran (Pokir) dipangkas secara diam-diam dengan alasan untuk menangani Covid -19.
“Kita memaklumi jika itu benar-benar bisa menyelesaikan masalah ini, namun sangat disayangkan sampai dengan saat ini segala upaya untuk menghentikan mata rantai penyebaran Covid-19 belum juga berhasil. Itu artinya Pemkab harus punya strategi dan inovasi baru dalam menghadapi pandemi tersebut supaya daerah ini bisa kembali normal dalam semua bidang,” tegasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post