SAMPIT – Anggota Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Pardamean Gultom mengatakan, perlu adanya strategi baru untuk mengatasi peredaran narkoba di Kotim. Pasalnya, saat ini peredaran narkoba di Kotim masih terus bermunculan.
“Banyak sekali kasus narkoba di Kotim ini, namun yang tertangkap selalu saja kurirnya. Tidak ada bandar besarnya, sehingga saya rasa perlu ada langkah atau strategi baru untuk memberantasnya,” tegasnya kemarin.
Menurutnya, jika peredaran narkoba tidak diberantas maka akan merusak generasi penerus bangsa kedepannya. Sehingga perlu adanya kerjasama yang baik antara pemerintah, masyatakat serta penegak hukum dalam memeranginya.
“Aparat penegak hukum juga harus berbenah, mengapa dalam waktu kewaktu hal ini tetap tidak bisa diatasi. Bahkan ditengah pandemi Covid-19 saja usaha peredaran narkoba ini tidak mati,” ungkapnya.
Ironisnya di saat sektor perekonomian lain anjlok karena adanya pandemi Covid-19, peredaran narkoba ini seakan tidak ada matinya. Tetap berjalan dan tetap beredar ditengah masyarakat, hal itu disebutkannya lantaran melihat tangkapan yang dilakukan oleh aparat tidak ada habisnya meski ditengah pandemi saat ini.
“Meski sudah terus ditangkap oleh kepolisian maupun BNN, peredaran selalu saja tetap ada membuat penangkapan tidak putus-putus. Artinya tidak ada penurunan meskipun sudah sering ada penangkapan,” ujarnya.
Ia mengatakan, hampir 50 persen penghuni lapas Kelas II B Sampit tersandung kasus narkotika. Sehingga menurutnya perlu kesadaran bersama semua pihak untuk mengungkap dan menghentikan peredaran barang haram ini.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post