SAMPIT – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) M Abadi mengkhawatirkan keadaan daerah yang saat ini terdampak banjir di Kotim.
Menurutnya, saat ini bencana banjir merupakan bencana paling menakutkan bagi penduduk Kotim daerah hulu. Bencana ini sebelumnya tidak pernah terjadi begitu parah.
“Hampir setiap tahun banjir selalu terjadi di daerah hulu, gejala alam demikian dikarenakan menipisnya kawasan hutan yang beralih fungsi menjadi areal perkebunan,” sebutnya.
Dikatakannya, banjir yang melanda sejumlah titik di kawasan hulu memang tidak lepas dari kondisi alam yang sudah mulai rusak. Hutan yang menjadi tempat resapan air kini sudah hilang.
Sehingga air hujan dari hulu langsung turun dan menghantam pemukiman yang berada di kawasan rendah. Menurut Abadi, kondisi ini bisa semakin parah jika tidak ada formulasi untuk mencegah dan menanggulangi.
Salah satu caranya yaitudengan mengembalikan fungsi hutan di daerah hulu. “Areal hutan yang kritis harus dilakukan penghijauan dan penanaman kembali oleh pemerintah,” sebutnya.
Terkait solusi lainnya, Abadi mengakui sulit bisa dilakukan. Karena memang demografi di kawasan hulu harus dikembalikan ke sediakala, salah satunya untuk kawasan hutan tadi.
Diketahui, ideal kawasan hutan yang tersisa minimal 40 persen. Sedangkan 60 persennya digunakan untuk kawasan investasi kehutanan dan perkebunan, termasuk juga permukiman. Berdasarkan peta 2529, kawasan hutan di Kotim sebenarnya hutan masih ada sebesar 70 persen.
Namun dengan adanya pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit belakangan ini, maka sisanya sekarang tinggal 30 persen dari 1.554.456 hektare, dari total luas wilayah Kotim. Dikatakannya, luasan hutan di wilayah Kotim terancam berkurang jika tidak dilakukan pemeliharaan dan pengawasan yang ketat.
Ancaman yang dapat mengakibatkan luasan hutan di Kabupaten Kotim berkurang adalah akibat ulah manusia, baik itu pembukaan lahan yang tidak terkendali maupun akibat bencana alam, yakni kebakaran. “Termasuk juga perluasan lahan yang dilakukan oleh koorporasi secara besar-besaran,” demikiannya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post