SAMPIT – Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Naasnya korban merupakan bocah 5 Tahun yang di aniaya oleh ibu kandungnya sendiri. Penganiayaan itu dilakukannya bersama sang kekasih.
Hal ini sontak membuat geger masyarakat Kotim, kabar ini juga membuat prihatin semua kalangan bahkan pejabat daerah. Bahkan Ketua DPRD Kotim Rinie terlihat hadir menyambangi kediaman anak tersebut di wilayah Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim itu dan melihat langsung kondisinya.
Rinie datang memberikan bantuan berupa uang serta kue dan sekaligus memberikan dukungan dan semangat kepada anak korban KDRT tersebut.
“Seharusnya anak diberikan kasih sayang, apalagi di usia 5 tahun merupakan masanya anak-anak bermain dan juga mendapatkan perhatian dari keluarganya. Ini tidak seharusnya terjadi, terlebih lagi banyak orang diluaran sana yang ingin memiliki anak namun belum diberi kesempatan,” ujarnya, Senin 24 Agustus 2020.
Menurutnya, memiliki anak merupakan sebuah keberuntungan dan tanggung jawab yang harus dijaga. Bukan malah untuk di aniaya.
Rinie berharap kejadian semacam ini tidak terulang lagi, dan berharap kepada para orang tua untuk tidak melakukan kekerasan kepada anaknya.
“Saya berharap orang tuanya diproses oleh pihak kepolisian dengan tegas. Agar hal ini menjadi pelajaran juga untuk orangtua lainnya supaya tidak melakukan hal serupa,” ujar Rinie.
Ia juga mengaku sudah koordinasi dengan Kapolres Kotim, di mana pihak Polres menegaskan akan menindak tegas pelaku kekerasan itu. Selain itu anak juga akan segera diterapi agar psikologinya tidak terganggu.
“Semoga anak ini diberikan kesehatan dan jadi anak yang sukses nantinya. Serta kepada keluarga korban agar merawat dan menjaganya agar tidak mengalami kejadian mengenaskan itu lagi,” demikiannya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post