PALANGKA RAYA – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Sugiyarto, menyoroti persoalan balapan liar yang marak terjadi, khususnya pada malam hari di akhir pekan atau hari libur. Hal ini disampaikan usai mengikuti Rapat Paripurna ke 14 DPRD Provinsi Kalteng, yang digelar pada Senin 23 Juni 2025.
Menurutnya, penanganan terhadap aksi balap liar tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah atau instansi pendidikan semata. “Artinya ini menjadi tanggung jawab semua. Jadi jangan hanya diserahkan kepada sekolah,” tegas Sugiyarto. Dia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengarahkan anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam kegiatan berisiko tersebut.
“Ini menjadi pembelajaran bagi orang tua. Supaya senantiasa mengarahkan anak-anaknya. Jangan sampai kalau memang dia punya hobi balapan, dilakukan di jalan umum,” ujarnya. Sugiyarto menyebut bahwa balapan liar tidak hanya membahayakan pelakunya, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Oleh karena itu, ia mendorong agar para pecinta balap diarahkan ke tempat yang sesuai.
“Silakan cari tempat balapan yang resmi, jangan di jalan umum,” lanjutnya. Dia juga mengimbau agar guru maupun dosen dapat memberikan edukasi kepada siswa dan mahasiswa terkait bahaya balapan liar. “Diharapkan guru ataupun dosen juga memberikan pengertian kepada anak-anak supaya jangan sampai hal-hal seperti itu terjadi dan terulang kembali,” ucapnya.
Sugiyarto menambahkan bahwa pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih terhadap sarana dan prasarana olahraga, termasuk penyediaan arena balap yang aman. “Kalau memang ada yang punya hobi balapan, arahkan ke tempat yang sesuai. Ini perlu kita benahi bersama-sama,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga mendorong pihak kepolisian untuk rutin melakukan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan secara rutin yang sering dijadikan arena balapan liar, seperti kawasan sekitar bandara yang kerap digunakan pada malam hari saat libur. “Kalau tempat-tempat sepi seperti itu sering dipantau dan dilakukan pembinaan, mudah-mudahan bisa mencegah terulangnya kejadian,” imbuhnya.
Mengakhiri pernyataannya, Sugiyarto menegaskan pentingnya sinergi antara orang tua, sekolah, aparat keamanan, dan pemerintah daerah dalam mencegah balapan liar. “Kalau tidak kita tangani bersama, akan terus terjadi dan bisa menjadi masalah yang lebih besar,” tutupnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post