SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Disdik Kotim) membenarkan adanya kasus penggelapan tabungan murid oleh seorang guru di salah satu Taman Kanak-Kanak (TK) swasta di Kota Sampit. Kasus ini mencuat setelah orang tua siswa mengeluhkan dana tabungan anak mereka tak kunjung dikembalikan.
“Setelah saya mendapat kabar itu saya langsung meminta kepala bidang yang bersangkutan untuk mencari tahu kebenarannya, setelah dikonfirmasi kepada kepala sekolahnya ternyata itu benar terjadi, ada memang tabungan siswa yang digelapkan,” ungkap Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, Senin 23 Juni 2025.
Karena sekolah tersebut berstatus swasta, penanganan sepenuhnya diserahkan kepada pihak yayasan. Namun, Disdik Kotim tetap melakukan pemantauan melalui penilik sekolah dan Kepala Bidang PAUD serta Pendidikan Nonformal.
Guru yang bersangkutan dikabarkan telah membuat surat pernyataan pengembalian, dan sebagian dana disebut sudah dikembalikan ke wali murid.
“Informasi yang kami terima kemarin, guru tersebut bersedia untuk mengembalikan dan itu ada surat pernyataannya juga. Lalu, keterangan dari kepala sekolah dan orang tua murid ada yang sudah dikembalikan, tetapi ada juga yang belum,” jelas Irfansyah.
Meski begitu, Disdik Kotim membuka kemungkinan agar kasus ini dibawa ke jalur hukum jika ada pihak yang merasa dirugikan dan melapor. Pihaknya juga menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem tabungan siswa, terutama di sekolah-sekolah swasta.
“Memang berdasarkan Undang-Undang yang bisa bertransaksi di bank itu hanya orang dewasa. Anak-anak tidak bisa membuka rekening sendiri, itulah kenapa tabungan murid ditampung guru, tapi di situ ada kelemahannya, bisa kurang atau bahkan terjadi penggelapan,” tambahnya.
Disdik Kotim kini tengah mendorong sistem menabung yang lebih aman dengan menggandeng lembaga keuangan resmi. Irfansyah mencontohkan pola kerja sama antara Bank Kalteng dan SMPN 1 maupun SMPN 2 Sampit, yang secara rutin mengumpulkan tabungan siswa langsung di sekolah.
“Ini juga untuk mendukung gemar menabung yang menjadi salah satu program pemerintah. Dengan pola seperti itu, uang anak-anak akan lebih terjamin keamanannya,” tutup Irfansyah.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post