PALANGKA RAYA – Saat melaksanakan reses di Desa Tumbang Miwan, Kabupaten Gunung Mas, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Faridawaty Darland Atjeh menyampaikan bahwa wilayah setempat kurang mendapat perhatian pemerintah.
Seperti keluhan dari warga Desa Tumbang Miwan. Mereka meminta agar pemerintah dapat merelokasi mereka. Pasalnya di desa ini pernah terjadi bencana tanah longsor, akibatnya wilayah ini menjadi rawan bencana.
“Kepala Desa Tumbang Miwan Setiawan mengatakan dulu pernah terjadi bencana alam berupa tanah longsor. Akibat dari bencana ini pemukiman penduduk menjadi rawan akan terjadi bencana lagi dilain waktu. Masyarakat sangat mengharapkan adanya program dari pemerintah untuk merelokasi warga Desa Tumbang Miwan ke lokasi yang tidak rawan bencana,” kata Srikandi Partai NasDem ini, Senin 19 April 2021.
Faridawaty juga menambahkan bencana longsor yang terjadi dahulu disebabkan oleh arus Sungai Kahayan yang menggerus tanah dikawasan tersebut. Ia mengharapkan agar pemerintah dapat melakukan penanganan untuk mencegah kembali terjadinya bencana tanah longsor.
“Walaupun menjadi kewenangan pemerintah pusat, apabila memang memungkinkan pemerintah daerah untuk dapat mengalihkan arus sungai tersebut,” harap Farida.
Saat ini di Desa Tumbang Miwan ada sebanyak 1.500 jiwa lebih yang tinggal di desa tersebut. Selain relokasi, kata Faridawaty, Desa Tumbang Miwan juga sangat membutuhkan program air bersih.
“Pernah ada 5 program air bersih yang masuk, tapi semua tidak dapat dipergunakan lagi. Dana desa tidak dapat digunakan untuk memperbaiki, karena khawatir akan memberi dampak hukum jika meneruskan project yang bermasalah,” pungkasnya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post