• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Jumat, 24 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Ketimpangan Global: Wajah Nyata Kegagalan Kapitalisme

Ketimpangan Global: Wajah Nyata Kegagalan Kapitalisme

Minggu, 18 Januari 2026
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter


Oleh. Nur Rahmawati, S.H.

Ekonomi adalah kebutuhan mendasar negara untuk mensejahterakan rakyatnya. Keberhasilan negara untuk terus eksis dalam kancah dunia, dipengaruhi dengan paradigma ekonominya. Sebut saja negara adidaya saat ini yaitu Amerika Serikat yang menggunakan sistem ekonomi kapitalisme untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran negara, serta modal dalam mensejahterakan rakyat. Apakah ekonomi kapitalisme telah berhasil menciptakan kesejahteraan ekonomi rakyatnya?

Baca juga berita lainnya

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Fakta Berbicara

Kegagalan sistem ekonomi kapitalisme semakin menampakkan wajahnya dalam hal keadilan ekonomi, yang hanya lahirkan ketimpangan struktural yang kian menanjak tajam. Terbukti memasuki tahun 2026 banyak fakta bermunculan bahwa bahwa ekonomi kapitalisme justru menyengsarakan. Sistem ekonomi ini, memang menjadi andalan banyak negara, bahkan dijadikan fondasi utama dalam tata kelola ekonomi dunia. Pengaturan produksi, distribusi, dan konsumsi di hampir seluruh negara, menciptakan cara pandang manusia akan makna kesejahteraan dan kesuksesan.

Laporan World Inequality Report 2026 mencatat bahwa kurang dari 0,001 persen penduduk dunia kini menguasai kekayaan tiga kali lipat lebih besar dibandingkan separuh populasi termiskin secara keseluruhan. Sepuluh persen penduduk terkaya mengendalikan sekitar 75 persen total kekayaan global, sementara separuh terbawah hanya memiliki sekitar dua persen. Ketimpangan ini tidak bersifat kebetulan, melainkan meningkat secara konsisten selama beberapa dekade terakhir, menandakan adanya masalah mendasar dalam sistem ekonomi global (Theguardian.com, 10-12-2025).

Ketimpangan ekstrem ini memicu dampak sosial yang serius. Ketika kekayaan hanya berputar di kalangan elite, mobilitas sosial semakin tertutup, kesenjangan akses pendidikan dan kesehatan melebar, serta kepercayaan masyarakat terhadap negara dan hukum melemah. Tidak mengherankan jika para ekonom dunia mulai menyebut ketimpangan sebagai ancaman nyata bagi stabilitas sosial dan politik global.

Akar Masalah: Logika Kapitalisme yang Bebas Nilai

Masalah ketimpangan tidak dapat dilepaskan dari karakter dasar kapitalisme itu sendiri. Sistem ini bertumpu pada kebebasan kepemilikan modal dan orientasi keuntungan tanpa batas. Dalam praktiknya, pemilik modal besar memiliki keunggulan struktural yang membuat kekayaan terus terakumulasi pada kelompok yang sama, sementara mayoritas masyarakat hanya menjadi objek pasar.

Dalam kerangka kapitalisme neoliberal, peran negara dipersempit menjadi pengawas minimal, bukan penjamin keadilan distribusi. Akibatnya, pasar dibiarkan bekerja berdasarkan hukum keuntungan semata. Kapitalisme modern juga memisahkan ekonomi dari nilai moral dan spiritual. Keberhasilan diukur melalui pertumbuhan dan konsumsi, bukan kesejahteraan sosial yang merata.

Cara pandang ini melahirkan budaya materialistik dan konsumtif, serta mendorong eksploitasi sumber daya alam tanpa mempertimbangkan keberlanjutan. Alam diperlakukan sebagai komoditas, manusia sebagai alat produksi, dan keuntungan sebagai tujuan akhir. Inilah titik di mana kapitalisme kehilangan dimensi kemanusiaannya.

Islam sebagai Solusi: Paradigma Ekonomi Berbasis Keadilan

Berbeda dengan kapitalisme, Islam memandang harta bukan sebagai tujuan hidup, melainkan sebagai amanah dari Allah yang harus dikelola sesuai prinsip keadilan dan kemaslahatan. Islam menolak sistem ekonomi yang membiarkan kekayaan hanya beredar di kalangan orang-orang kaya, karena hal tersebut bertentangan dengan tujuan syariat.

Solusi Islam terhadap problem ekonomi bersifat sistemik dan menyeluruh. Pertama, Islam menetapkan mekanisme redistribusi kekayaan melalui zakat dan wakaf. Zakat berfungsi sebagai instrumen wajib untuk mengalirkan harta dari yang mampu kepada yang membutuhkan, sementara wakaf menyediakan aset publik jangka panjang bagi kepentingan umat.

Kedua, Islam melarang riba dan praktik spekulasi. Larangan ini bertujuan mencegah penumpukan kekayaan yang tidak produktif serta menghentikan eksploitasi finansial terhadap pihak yang lemah. Keuntungan hanya dibenarkan melalui aktivitas ekonomi riil yang adil dan transparan.

Ketiga, Islam menegakkan etika bisnis yang kuat. Kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sosial menjadi prinsip utama dalam setiap transaksi. Aktivitas ekonomi tidak sekadar mengejar profit, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Keempat, Islam menekankan pendidikan ekonomi berbasis nilai dan maqashid syariah. Tujuan ekonomi diarahkan pada terwujudnya kemaslahatan, keseimbangan, dan keberlanjutan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik.

Pada akhirnya, krisis ketimpangan global menunjukkan bahwa kapitalisme telah kehabisan jawaban. Islam menawarkan paradigma ekonomi alternatif yang menyatukan nilai spiritual dan rasionalitas ekonomi. Di tengah kegagalan sistem yang menuhankan pasar, Islam hadir sebagai jalan keluar menuju keadilan ekonomi yang lebih manusiawi dan beradab.

(Penulis dan Pendidik di Kotim)

Share9Tweet6SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Tak Kooperatif Saat Dipanggil, Ketua Koperasi di Kotim Dilaporkan atas Dugaan Penipuan Lahan Sawit Hampir Rp1 Miliar

Next Post

Pengurus MD-AHK Kotim Resmi Dikukuhkan, Pemda Dorong Peran Strategis Pembinaan Umat

Berita Terkait

Opini

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Minggu, 14 Juni 2026
Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Load More
Next Post

Pengurus MD-AHK Kotim Resmi Dikukuhkan, Pemda Dorong Peran Strategis Pembinaan Umat

Betly Prioritaskan Legalitas Tanah dan Master Plan, MD-AHK Kotim Siap Perkuat Kelembagaan Umat

Rutan Palangka Raya Perketat Pengelolaan Makanan demi Kesehatan Warga Binaan

Kapolda Kalteng Sematkan Tanda Kehormatan Satya Lencana Pengabdian bagi 852 Personel

Kapolda Kalteng Buka Taklimat Awal Audit Kinerja Itwasda

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

PAN Kotim Tancap Gas Usai Terima SK, Abdul Hafid Bidik Tambah Kursi DPRD dan Perkuat Ranting

Minggu, 19 Juli 2026

Kotim Siaga Ganda Hadapi Karhutla dan Kekeringan, Dampaknya Mengancam Kesehatan dan Pertanian

Rabu, 15 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK