• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Krisis Tenaga Kerja Hantam Generasi

Krisis Tenaga Kerja Hantam Generasi

Minggu, 14 September 2025
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nur Rahmawati, S.H ***

Satu lagi persoalan yang tidak kunjung ada habisnya, dunia dihadapkan pada persoalan di sektor kerja. Sebut saja negara maju dunia seperti, Amerika Serikat, Cina, Inggris dan Prancis, di mana angka pengangguran meningkat dari tahun ke tahun. Lebih mirisnya, tidak sedikit dari mereka pura-pura bekerja demi sekadar terlihat punya pekerjaan, meski tanpa upah.

Baca juga berita lainnya

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

CNBC Indonesia (29 Agustus 2025) mengangkat fakta ini dan menyebut anak muda sebagai kelompok paling terpukul. Rasanya tidak berlebihan jika disebut, mereka sedang berjuang di medan yang semakin sulit. Kalau bicara Indonesia, sekilas tampak ada kabar baik: angka pengangguran nasional memang menurun. Tetapi bila dilihat lebih dalam, situasinya tidak seindah itu.

BPS mencatat separuh pengangguran di negeri ini berasal dari kelompok usia muda. Artinya, meskipun grafik resmi tampak membaik, realitas anak muda justru paling rapuh menghadapi guncangan pasar kerja.

Kapitalisme: Janji Manis yang Palsu

Kalau ditelusuri lebih jauh, masalah ini tidak berdiri sendiri. Ada akar sistemik, yaitu kapitalisme. Sebuah sistem yang berkiblat pada keuntungan dan manfaat, bukan pada kesejahteraan. Sehingga, tidak heran perusahaan akan melakukan efisiensi seperti mem-PHK pekerjanya dan menggantinya dengan mesin yang dianggap lebih menguntungkan.

Di Indonesia, ketimpangan jadi wajah nyata kapitalisme. Laporan Celios (September 2024) mencatat kekayaan 50 orang terkaya setara dengan harta 50 juta rakyat. Angka ini bukan sekadar statistik, tapi tamparan keras. Jelas terlihat, kekayaan hanya berputar di lingkaran sempit, sementara rakyat kebanyakan terutama anak muda, hanya kebagian remah-remahnya.

Negara pun sering terlihat gamang. Job fair digelar, sekolah vokasi diperbanyak, tapi banyak lulusannya tetap menganggur. Apalagi gelombang PHK tidak pernah benar-benar berhenti. Akibatnya, masalah pengangguran hanya berpindah bentuk, tidak pernah selesai.

Anak Muda di Titik Rawan

Posisi anak muda saat ini ibarat berada di persimpangan jalan. Mereka punya energi, kreativitas, dan mimpi besar. Sayangnya, ruang untuk menyalurkan potensi itu sangat sempit. Banyak akhirnya terjebak di pekerjaan informal, kontrak pendek tanpa kepastian, atau bahkan “setengah menganggur”.

Dampaknya bisa menjalar ke mana-mana. Anak muda yang seharusnya jadi motor pembangunan justru tersandera. Bukan hanya masa depan mereka yang dipertaruhkan, tapi juga masa depan bangsa. Jika dibiarkan, masalah ini berpotensi menimbulkan efek domino: kriminalitas naik, pernikahan dini meningkat, dan migrasi besar-besaran ke luar negeri.

Islam Menawarkan Jalan Lain

Berbeda dengan kapitalisme, Islam menghadirkan sistem ekonomi yang tujuannya jelas: menyejahterakan rakyat. Dalam Islam, pemimpin adalah ra’în, pengurus rakyat. Rasulullah saw. pernah bersabda: “Imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang diurusnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Prinsip ini membuat negara tidak boleh cuci tangan terhadap nasib rakyatnya.

Adanya tiga pilar penting dalam solusi Islam untuk mengatasi persoal tersebut, mampu menjadi pilihan terbaik diantaranya;
Pertama, Distribusi Kekayaan yang Adil. Harta tidak boleh hanya berputar di kalangan elit. QS. Al-Hasyr [59]: 7 menegaskan, “… supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.” Zakat, larangan riba, dan pengelolaan sumber daya oleh negara adalah mekanisme agar kekayaan terdistribusi lebih merata.

Kedua, Negara Wajib Membuka Lapangan Kerja. Tugas negara bukan sekadar regulator. Ia harus aktif menciptakan lapangan kerja, memberi akses tanah, modal, dan mendorong sektor industri yang menyerap tenaga kerja.

Ketiga, Pendidikan yang Bermakna. Pendidikan dalam Islam bukan hanya mencetak tenaga kerja, tapi juga membentuk karakter, akhlak, dan kompetensi. Generasi muda tidak sekadar profesional, tapi juga punya integritas.

Khatimah

Fakta-fakta terbaru tentang ketimpangan harta di Indonesia, membuktikan bahwa kapitalisme gagal menghadirkan kesejahteraan. Anak muda, yang seharusnya jadi harapan bangsa, justru menjadi korban utama.

Islam datang dengan tawaran solusi menyeluruh. Negara harus hadir penuh, mendistribusikan kekayaan dengan adil, mencetak SDM berkualitas, sekaligus membuka ruang kerja yang nyata. Jika sistem ini diterapkan, anak muda tidak lagi jadi korban, melainkan motor penggerak peradaban yang produktif, sejahtera, dan bermartabat.

(Penulis dan Pendidik di Kotim)

Share3Tweet2SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Disporapar Sukamara Gelar Lomba LKBB Tingkat Pelajar

Next Post

Pelatihan Satlinmas Sanaman Mantikei Diharapkan Perkuat Keamanan Lingkungan

Berita Terkait

Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Opini

Ketimpangan Global: Wajah Nyata Kegagalan Kapitalisme

Minggu, 18 Januari 2026
Load More
Next Post

Pelatihan Satlinmas Sanaman Mantikei Diharapkan Perkuat Keamanan Lingkungan

Sambut Baik PKK Turut Bagikan Bantuan Makanan Cegah Stunting

Reses hingga Pembahasan Raperda, Agenda DPRD Kalteng Akhir Tahun Makin Padat

Menkeu Batal Pangkas TKD dalam RAPBN 2026, Ketua DPRD Kalteng Pilih Tunggu Kepastian Tertulis

Wagub Kalteng, Edy Pratowo Sambut Positif Kabar TKD Tak Jadi Dipangkas

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK