• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Turunnya Daya Beli Masyarakat dan Maraknya Paylater Buah Sekularisme

Turunnya Daya Beli Masyarakat dan Maraknya Paylater Buah Sekularisme

Rabu, 23 April 2025
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nur Rahmawati, S.H ***

Memprihatinkan, perekonomian masyarakat Indonesia hingga kini menghadapi tantangan dan dilema yang kian berat. Berbagai indikator yang memengaruhi turunnya daya beli masyarakat, seperti naiknya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), kemiskinan sebab utang rumah tangga yang tak berkesudahan, dan harga-harga kebutuhan pokok yang latah ikutan meroket. Semua ini terjadi hampir di banyak negara, di tengah situasi ekonomi global yang kian meredup.

Baca juga berita lainnya

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Kondisi ini memaksa masyarakat untuk memutar otak agar kebutuhan sehari-hari tetap bisa terpenuhi. Tak sedikit dari mereka yang akhirnya mengambil jalan pintas dengan berutang, salah satunya melalui layanan paylater atau “beli sekarang bayar nanti”. Paylater kini menjadi fenomena yang cukup masif, terutama karena kemudahan aksesnya melalui platform belanja online.

Masyarakat yang terdesak kebutuhan, namun tak memiliki cukup uang tunai, melihat paylater sebagai solusi instan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, per Ferbuarari 2025 total utang masyarakat Indonesia lewat layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau yang lebih akrab disebut PayLater di sektor perbankan menyentuh angka Rp 21,98 triliun (Liputan6.com, 11-4-2025).

Namun, di balik kemudahan itu, tersembunyi jebakan yang bisa membawa masyarakat pada krisis yang lebih dalam. Paylater pada dasarnya adalah bentuk utang berbunga, yang dalam Islam termasuk praktik riba dan hukumnya haram. Sistem ini bukan hanya menambah beban ekonomi masyarakat, tetapi juga membawanya ke dalam lingkaran dosa dan mengundang murka Allah SWT. Selain itu, paylater menjadi salah satu pemicu tumbuh suburnya budaya konsumtif.

Budaya Konsumerisme Buah Kapitalisme

Budaya konsumerisme saat ini telah menjadi bagian dari gaya hidup yang dianggap wajar, bahkan sering kali dipromosikan secara masif melalui media. Masyarakat diajak untuk mengejar kebahagiaan dengan ukuran materi – rumah mewah, gadget terbaru, kendaraan keren, dan sebagainya. Semua ini adalah hasil dari penerapan sistem sekulerisme kapitalisme, yang menempatkan materi sebagai tujuan hidup, dan memisahkan agama dari kehidupan. Sistem ini tidak peduli apakah cara yang ditempuh halal atau haram, selama mendatangkan keuntungan.

Dalam sistem kapitalisme, individu dijadikan sebagai pasar, bukan sebagai manusia yang perlu dijamin kesejahteraannya. Maka tidak mengherankan jika kemudian masyarakat “dipaksa” untuk terus membeli, terus konsumtif, meski harus berutang dan hidup dalam tekanan. Layanan seperti paylater, kartu kredit, dan pinjaman online bukan sekadar alat transaksi, melainkan alat kapitalisasi penderitaan masyarakat.

Solusi Islam

Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Masyarakat membutuhkan sistem alternatif yang benar-benar mampu menyejahterakan, baik secara ekonomi maupun spiritual. Islam, sebagai agama yang sempurna dan paripurna, memiliki sistem ekonomi yang adil dan solutif. Dalam sistem Islam yang diterapkan secara kaffah (menyeluruh), kesejahteraan rakyat bukan hanya slogan, tetapi tujuan utama dari negara.

Negara Islam (Khilafah) memiliki mekanisme yang menjamin kesejahteraan rakyat individu per individu. Kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, dan papan dijamin negara. Negara juga akan memastikan lapangan kerja tersedia luas, dan distribusi kekayaan tidak hanya berpusat pada segelintir elite. Sistem zakat, sedekah, dan wakaf diberdayakan sebagai instrumen distribusi kekayaan yang efektif.

Yang tak kalah penting, sistem ekonomi Islam melarang segala bentuk riba. Negara akan menutup seluruh celah masuknya sistem ribawi, termasuk layanan seperti paylater yang kini marak. Dengan begitu, masyarakat akan terbebas dari jeratan utang berbunga yang menyiksa. Selain itu, negara juga bertanggung jawab membentuk masyarakat yang bertakwa, yang sadar akan tanggung jawabnya di hadapan Allah Swt..

Dalam sistem Islam, kebahagiaan tidak diukur dari banyaknya barang yang dimiliki, tetapi dari sejauh mana seseorang mendapatkan rida Allah. Maka budaya konsumerisme akan terkikis, tergantikan oleh gaya hidup sederhana dan penuh keberkahan. Masyarakat tidak akan lagi mudah tergoda oleh iklan dan tren konsumtif, karena mereka memahami bahwa hidup bukan untuk memuaskan hawa nafsu, tetapi untuk mengabdi kepada Sang Pencipta.

Dengan demikian, jelas bahwa sekulerisme kapitalisme telah gagal menyejahterakan masyarakat, bahkan justru menjerumuskan mereka dalam jurang utang, kemiskinan, dan kehampaan spiritual. Satu-satunya solusi hakiki adalah dengan kembali kepada aturan Allah Swt. secara kafah melalui penerapan sistem Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Hanya dengan cara itulah keberkahan dan kesejahteraan sejati dapat diraih, baik di dunia maupun di akhirat.

Penulis merupakan salah satu pendidik di Kabupaten Kotawaringin Timur

Share4Tweet3SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Stan Kanwil Ditjenpas Kalteng Raih Apresiasi Menteri dalam Gelaran IPPAFest 2025

Next Post

Tiga Serangan Terjadi Sepanjang 2025, BKSDA Beberkan Penyebab Kemunculan Buaya

Berita Terkait

Opini

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Minggu, 14 Juni 2026
Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Load More
Next Post

Tiga Serangan Terjadi Sepanjang 2025, BKSDA Beberkan Penyebab Kemunculan Buaya

Reformasi Birokrasi Jadi Kunci Peningkatan Pelayanan Publik di Kotim

Dewan Dorong Penataan Kota Sampit dan Prioritaskan Pengentasan Kemiskinan

Kapolda Kalteng Tanam Padi Serentak di Sampit

Pembangunan Kotim Jangan Sekadar Citra, Harus Terukur dan Berdampak Nyata

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

PAN Kotim Tancap Gas Usai Terima SK, Abdul Hafid Bidik Tambah Kursi DPRD dan Perkuat Ranting

Minggu, 19 Juli 2026

Kotim Siaga Ganda Hadapi Karhutla dan Kekeringan, Dampaknya Mengancam Kesehatan dan Pertanian

Rabu, 15 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK