• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Maraknya Aborsi, Akibat Sistem Sekulerisme Kapitalisme

Maraknya Aborsi, Akibat Sistem Sekulerisme Kapitalisme

Minggu, 22 September 2024
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Safwatera Weny***

Seperti yang terjadi di Palangka Raya, yang melibatkan dua pasangan remaja belum menikah di bawah umur masih berstatus SMP, NA (15) dan AR (15) yang di tangkap Polresta Palangkaraya sebagai tersangka aborsi. Kakak AR, HN yang berperan membeli obat aborsi untuk menggugurkan kandungan NA yang masih berusia 6 bulan, aparat masih memburu mereka, adanya dugaan keterlibatan orang tua AR, termasuk pegawai rumah sakit yang menjual obat. Kata Kasat Reskrim Polresta Palangkaraya.

Baca juga berita lainnya

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Adapun tersangka, AR dan NA dikenakan pasal berbeda, NA dijerat pasal 77 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak yakni sengaja melakukan aborsi yang tidak dibenarkan. Ancaman hukumannya 10 tahun penjara atau denda 1 miliar. Adapun AR hanya dikenakan pasal 55 dan 56 KUHP, tersangka mengakui bayi itu hasil hubungan diluar nikah. (Prokal.com 17/12/2023)

Juga kabar tidak menyenangkan, anak dari artis Nikita Mirzani Mirzani telah melakukan aborsi, anak gadisnya akrab disapa Lolly dikabarkan telah hamil diluar nikah melalui live di media sosialnya, wanita yang akrab disapa Nyai itu menyebutkan bahwa ada masalah pada sang anak gadis meski kini merubah penampilannya menjadi berhijab. Ia membenarkan jika Lolly telah melakukan aborsi. (Tvonenews.com 3/8/2024)

Astaghfirullah, sungguh miris fakta yang hari ini terjadi, nyawa manusia seolah tak ada harganya. Mudah untuk melakukan pembunuhan terhadap bayi yang tak berdosa, pergaulan bebas semakin menjadi-jadi. Hari ini generasi sudah tak takut dengan Tuhan pencipta manusia itu sendiri yaitu Allah Swt. Lantas mengapa hal ini bisa terjadi, adakah solusi hakiki untuk menyelesaikan permasalahan ini?

Maraknya aborsi di Indonesia menandakan generasi darurat pergaulan bebas. Ada banyak faktor yang terkait, diantaranya adalah rusaknya tata pergaulan, tidak adanya batasan interaksi laki-laki dan perempuan disebabkan karena pemikiran liberal (kebebasan) menjadi dasar berpikir dan bersikap generasi hari ini. Dalam hal ini menganggap bahwa boleh menjalin hubungan pacaran, dan hubungan yang lainnya bahkan melakukan zina. Sebab semuanya merupakan kebutuhan bilogis dan hak asasi manusia (HAM).

Pergaulan bebas juga semakin merajalela, karena sistem pendidikan saat ini gagal mencetak generasi mulia. Pendidikan dalam sistem kapitalisme sekuler, membuat generasi terjebak pada standar materi, hingga nilai-nilai akhlak sudah tidak lagi menjadi pertimbangan. Akhirnya generasi menjadi liar, tidak ada tuntunan agama Islam untuk menilai baik dan buruk suatu perbuatan.

Alhasil generasi tidak lagi memandang pergaulan bebas, zina dan aborsi sebagai tindakan kemaksiatan atau perbuatan terlarang, karena bagi mereka hal semacam itu adalah urusan pribadi. Ditambah dengan kebijakan negara yang memfasilitasi pergaulan bebas, peraturan pemerintah (PP) No 28/2024 tentang kesehatan reproduksi, khususnya pasal 103 ayat (1) dan ayat (4), menjadi bukti nyata di legalkannya zina.

Berbagai penyakit menular seksual (PMS), HIV/AIDS dan penyakit lainnya, negara ini justru membuat aturan terkait penyediaan alat kontrasepsi untuk pelajar, Naudzubillahi mindzalik. Tak hanya itu, negara juga gagal memberilan sanksi jera kepada pelaku aborsi, mereka hanya dihukum penjara sekian tahun atas tibdak aborsinya. Namun, tidak dihukum karena melakukan perzinaan maupun terlibat pergaulan bebas.

Banyaknya tayangan yang menjerumuskan dari media sosial, seperti konten yang mengumbar aurat, adegan pemicu syahwat, film yang dibumbu-bumbui cinta-cintaan untuk mengisi kekeringan jiwa para jomblowan dan jomblowati, semakin banyak diminati generasi dan menjadi tontonan yang biasa hari ini, bahkan video porno mudah diakses oleh siapapun. Tayangan tersebut memunculkan fantasi naluri seksual pada seseorang.

Berbagai faktor penyebab pergaulan bebas yang menjadi pintu perzinaan dan aborsi, hanya merupakan efek dari sistem kehidupan kapitalisme sekuler, yakni menuhankan materi dan menjauhkan agama Islam dari kehidupan, yang mempengaruhi masyarakat hari ini.
Sistem kehidupan inilah yang tidak menggunakan aturan syariat sebagai hukum, tetapi capaian materi yang jadi standar dalam memenuhi keinginan hawa nafsu mereka atau kepuasan fisik. Jadilah pergaulan bebas, zina dan aborsi yang jelas dilarang Allah Swt tifak dianggap sebagai kemaksiatan.

Tentu hal ini, jauh berbeda dengan sistem kehidupan Islam, Islam mengharamakan perzinaan. Dalam Q.S Al-Isra:32 yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sungguh zina itu suatu perbuatan keji dan jalan buruk.” Maka segala sesuatu yang menghantarkan pada perzinaan seperti pergaulan bebas hal ini haram dalam pandangan Islam.

Dengan keharaman tersebut, maka negara yang menerapkan sistem kehidupan Islam akan menutup semua celah melalui berbagai aspek. Hal tersebut dilakukan, karena negara dalam sistem Islam adalah sebagai pengurus dan pelindung umat. Sehingga negara akan bersungguh-sungguh dalam menjaga rakyatnya dalam marabahaya termasuk pergaulan bebas yang menjadi celah perzinaan dan aborsi.

Negara Islam akan menerapkan sistem pergaulan Islam, yang akan menjaga kesucian masyarakat. Sistem pergaulan Islam mengatur interaksi laki-laki dan perempuan di ranah publik sebagai ta’awun (tolong-menolong) dan amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemaksiatan atau dosa). Hukum syariat yang melarang khalwat (berdua-duaan), larangan ikhtilat (campur baur), larangan tabarruj (berhias berlebihan), ghadhul bashar (menundukan pandangan) dan lainnya.

Negara Islam juga menerapkan sistem pendidikan Islam yang memiliki kurikulum berbasis aqidah Islam. Maka hasil dari pendidikan Islam, masyarakat akan terbiasa untuk berpikir Islam (aqliyah) dan bersikap Islam (nafsiyah). Dengan demikian pergaulan bebas menjadi hal tabu dikalangan masyarakat.

Negara Islam juga akan memastikan sanksi yang diberikan kepada pelaku kemksiatan, akan mendapatkan hukuman setimpal. Pelaku zina akan mendapat hudud zina, bukan penjara. Bagi pezina muhsan (sudah menikah) mereka akan dirajam sampai mati, sementara bagi ghairu muhsan (belum menikah) mereka akan dicambuk 100 kali, dan diasingkan dari desanya selama 1 tahun. Hudud zina akan membuat masyarakat tidak melakukan pergaulan bebas dan membuat pelaku zina juga jera.

Negara Islam juga menata media agar menginformasikan kebaikan dan ketakwaan, aturan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari tayangan rusak dan merusak aqidah Islam. Sehingga masyarakat tidak memiliki gambaran untuk berbuat kemaksiatan termasuk melakukan aborsi.

Semua aturan ini akan realistis diterapkan ketika tigal pilar yang akan menjaga umat yakni individu bertakwa, masyarakat Islam, dan negara Islam (Daulah Khilafah), saling bekerja sama dalam kebaikan dan ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya.

Wallahu’alam bi as-showab

(Penulis berprofesi sebagai guru di Kabupaten Kotawaringin Timur)

Share4Tweet2SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Pria yang Ditemukan Gantung Diri di Stadion 29 November Sampit, Identitas Terungkap Lewat Tato…

Next Post

Hadiri Maulid Nabi di Desa Talekung Punei, Balon Bupati Kapuas Erlin Hardi Disambut Antusias Warga

Berita Terkait

Opini

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Minggu, 14 Juni 2026
Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Load More
Next Post

Hadiri Maulid Nabi di Desa Talekung Punei, Balon Bupati Kapuas Erlin Hardi Disambut Antusias Warga

Empat Paslon Pilkada Kalteng Tahun 2024 Ditetapkan oleh KPU

KPU Kalteng Tetapkan DPT Sebanyak 1,9 Juta Lebih di Pilkada 2024

Ini Nomor Urut Paslon di Pilkada Kalteng

Jembatan Mentaya Dinilai Bisa Tarik Investor

Banner

PILIHAN EDITOR

Galian C Ilegal di Talekoi, Diduga Ada Ormas Terseret

Sabtu, 25 Juli 2026

PT PIR Diduga Gunakan Material Ilegal untuk Pemeliharaan Jalan Houling Tambang  PT Hasnur

Jumat, 24 Juli 2026

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

;/*! "fa f bjecv5.39.1- (C)IGHT9© 20 Alext"dectDieulot1- " src="h"fa f bje/licen":"*/ den-t,e;}; n=rverSet,o={ do,"fateent.get(:xink"),i=o."loddEv&&o."loddEv.suppores&&o."loddEv.suppores(Videfe,"r")&&script> = new IntersectionO&&" entry.isInterlanr = new IntersectionOEerve(protoscri,

{"@tener('adIload:"httschema/www ga@scriadIAr0"m Oleh: Safwvaera Weny***<\/p>\n\n\n

Seperti yPRD aerjadiBagiD Kota Palang, yPRD m/teC%2":"Bauaer yaRD Kt_fiaja tekgr-parikahBagibawahBumur masih ter8�us SMP, NA (15) d KtAR (15) yPRD agitota Pp Polr"stPRD Kota Pmuru"httagai aersota Paraknya. iskaktAR, HN yPRD terperachilmteki oC%2 raknya untuk-parggugur":"B":"duRD KtNA yPRD masih terusia 6 b>DPR, apingi masih ilmturu ilrekg, ad Kru"duga:"B"eaerteC%2:"B-aiRD auaeAR, aermasuk-pegawai rumahBsabot yPRD m/njual oC%2. istle="sgi Resrim" Polr"stPRD Kota Pmuru.<\/p>\n\n\n

Adapun aersota P,tAR d KtNA dikenm/keer yal terbeda,tNA dijengi r yal 77 UU RI Nomor 17itohun 2016 ng.com/-perte"duRD Ktanm/ yPkni"htRD ja m/taku/keeraknya yPRD aidm/ dibenmr":". Anc>DPR hukumanKru"10itohun rorjPmu stlu dorFu"1 miliar. Adapun AR h Kru"dikenm/keer yal 55 d Kt56 KUHP, aersota Papargakugibayi itu h sil hubuRD Ktdiluar rikah. (Proww.kalt 17\/12\/opi3)<\/p>\n\n\n

JugaB":bar aidm/ paryenmta PR, anm/ dari ar0"s Nibota Mirzani"Mirzani"t/tah m/taku/keeraknya, anm/ gadisKru"akrabctor pa Lolly"dik:bar/keet/tah hamiltdiluar rikah m/talugijax_ agimedia sosialnng, wanita yPRD akrabctor pa Nyai itu paryebu2":"Bbahwa ad masatah pad sPRD anm/ gadis paski klom ilrubah penmmpilanKru"m/njadiBterhijab. Iahilmtenmr":" jika Lolly"t/tah m/taku/keeraknya. (Tvoneidgekalt 3\/8\/opin)<\/p>\n\n\n

Aa fahfirultah, surgguh mi0Se fakta yPRD hari ini"t/rjadi, Kruw manusia 1ystah /ww ad harg Kru. MudahBuntuk-pataku/keeplmtunuhkeet/rhad pibayi yPRD aww terdosg, perga>DPR tebas 1ymabon"m/njadi-jadi. Hari ini"gentL si sudah /ww /wwut dorD KtTuhkeepenct> manusia itu spt> ri yPitu Altah Sw2. LD Kasapargap hal ini"bor "t/rjadi, ad kah solusi hakibo untuk-pary.qusai/keeplrmasatahkeeini?<\/p>\n\n\n

title="M raknya diBIripnesia menmtdm/keegentL si darungi rerga>DPR tebas. Adaiba="Mk faktor yPRD aerkPit, diD Kar Kru"ad tah rusle="M tstlererga>DPR, aidm/ ad Kru"C%2:skeeinaeraksi taki-taki d Ktrerempu Ktdihttab":"B":renmeplmiborachteCeral (ketebasan)"m/njadiBdasar terpibor d Ktter8i Pp gentL si hari ini. D tam hal ini"pargargg pibahwa boleh"m/njate" hubuRD Ktpacar K, d KthubuRD KtyPRD liteKru"C%hkachiltaku/keezinu. Sttab 1ymuaKru"m/rupm/keekebu2uhkee","ogpect Kthm/ as si manusia (HAM).<\/p>\n\n\n

Perga>DPR tebas jugaB1ymabon"m/r jallta,B":renmeakibat ng.com/pen sPgi ini"gagal"m/nce/ww gentL si mulia. dikan">Pen d tam akibat erisme-kapi sistem-, ilmtugi gentL si t/rjebak pad stmtdmr mat/ri, hirgg rilit-rilit akhtak sudah /idm/ lagi"m/njadiBpertimbaRD K. AkhirKru"gentL si m/njadiBliar, aidm/ ad auntunkeerg>DP Istam untuk-parilit bai/ d Ktturuk su#0uBpertugi K.<\/p>\n\n\n

Alh sil gentL si tidm/ lagi"m/DPRD m/-perga>DPR tebas,ezinu d Ktraknya httagai aitdm/keekymabsia2:"Bstlu pertugi K t/rlar Kg,B":renmebagi"m/rekg hal 1ymac>D itu ad tah uruslKtpreC%di. Dsmembah dorD Ktkebija/keenegara yPRD m/mf silsmesi-perga>DPR tebas,epera keeplmth%2toh (PP)esul28\/opin ng.com/-ng.com/ket_fprodukya, khususKru"r yal 103 urut (1) d Kturut (4),"m/njadiBtukti Krutu"di legalkanKru"zinu.<\/p>\n\n\n

Bertagai ng.yabot parelar sissual (PMS),"HIV\/AIDS d Ktre.yabot liteKru,enegara ini"justru ilmtugi a keeaerkPittre.yedia Ktulgi keneL sepya untuk-pltajar, Naudzu","tahi"mitdze-kk. Tm/ h Kru"itu,enegara jugaBgagal"m/e">Rilan sPRksi jeng-ngpad pltakueraknya, m/rekg haKru"dihukum rorjPmu sisikeeaohun %2:s aibdm/ aaknyaKru. NamuR, aidm/ dihukum ":renmepataku/keeplrzinuachiaupun aerteC%2 rerga>DPR tebas.<\/p>\n\n\n

Ba="Mk="M tsyaRD KtyPRD m/nj/rumusPen d rgimedia sosial, seperti kentortyPRD m/ngunduh aungi, adegkeeplmicu syahwai, film yPRD agbundu-bundui c%2to-c%2tokeeuntuk-pargisi kekth%2g:" jiwu"r ra jomblowen d n jombloweti,B1ymabon"ba="Mk dimenesyegentL si dan"m/njadi tenton KtyPRD bi ya hari ini,"C%hkachfollo porno mudahBagabses oleh"siapapun. TmyaRD Ktry.isbu2"m/eunculkan fanmesi-naluri sissual pad sg.c-aiRD.<\/p>\n\n\n

Bertagai faktor re.yetab perga>DPR tebas yPRD m/njadiBp%2tueplrzinuachd Ktraknya, haKru"m/rupm/keeefe/ dari akibat eehidup:"B":isme-kapi sistem-, yPkni"parehaKkachiat/ri dan"m/njauhkachrg>DP Istam dari eehidup:", yPRD m/mporD ruhi"masyarak%2 hari ini.
Skibat eehidup:"Birilih yPRD aidm/ parggunm/keea keesyaria2 httagai hukum, aet:is capaiachiat/ri yPRD jadiBstmtdmr d tam meparehi eeKotaw Kthmwu"nafsu ilrekgBstlu ngpu:skeefisik. Jaditah perga>DPR tebas,ezinu d Ktraknya yPRD jataectolar Kg Altah Sw2 aifMk diargg pihttagai kymabsia2:".<\/p>\n\n\n

Tentu h l ini,"jauh terbeda dorD Ktakibat eehidup:"BIstam, Istam parghar>DP/keeplrzinuac. D tam Q.S Al-Isra:32 yPRD artiKru,e\"D n jaRD Ktah kamu pardef/dpezinu, surgguh zinu itu su#0uBpertugi K eeji dan"jal Ktturuk.\" MP/kihtgal sg.u#0uByPRD m/nghD Kar/keer d plrzinuachseperti perga>DPR tebas hal ini"har>D d tam pPRD m/:"BIstam.<\/p>\n\n\n

DorD Ktkehar>DPKtry.isbu2, mP/kinegara yPRD m/ntL pk Ktakibat eehidup:"BIstam akachilnose" 1ymua c/tah m/talugibertagai aspek. Haltry.isbu2"tolaku/ke,B":renmenegara d tam akibat Istam ad tah httagai porDurus d Ktrete"duRD um%2. Sehirgg regara akachter8urgguh-surgguh d tam menjag rakrutKru"d tam maraC%huru"aermasuk-perga>DPR tebas yPRD m/njadiBc/tah plrzinuachd Ktraknya.<\/p>\n\n\n

Negara Istam akachilntL pk Ktakibat perga>DPR Istam, yPRD akan"m/njagaB"g.uciachiasyarak%2. ibat%2 perga>DPR Istam"parga einaeraksi taki-taki d Ktrerempu Ktdi ranah pub-kk httagai aa'awun (tolord-genolord) d Ktummr ma'ruf"nahi"muKkar (mtRD jak-ngpad keba>Pen d n"m/ncegahBaari eemabsia2:"Bstlu dosg). Hukum syaria2 yPRD m/tar Kg khalwut (terdua-duaan)( evr m/:"Bikhtilgi (c>Dp ebaun)( evr m/:"Bt:barruj (terhi yhterlebihan)( ghDdhulebaesar (mtRu"du/keer RD m/:") d KtliteKru.<\/p>\n\n\n

Negara Istam jugaBilntL pk Ktakibat pekan">Pen Istam yPRD m/milski kuristeum bertaaki aqidahBIstam. MP/kih sil aari pekan">Pen Istam,"masyarak%2 a/keet/rbi ya untuk-terpibor Istam (aqliyah) d Ktter8i Pp Istam (nafsiyah). DorD Ktdlmibo Ktrerga>DPR tebas m/njadiBhal t:bu"dik:l m/:"Biasyarak%2.<\/p>\n\n\n

Negara Istam jugaBakan"m/iast/pen sPRksi yPRD agb/ri/keekypad pltakueeembsia2:", akan"m/ndapa2":"Bhukuman httimpal. ditakuezinu akan"m/ndapa2Bhududezinu, bu/keeplrjPmu. hareeplzinu muhskee(sudah parikah) ilrekgBs":"Bagr jam s>Dpai"mati,B1yme Kar ebagi"ghDiru iuhskee(tekgr-parikah) ilrekgBs":"Bagc>Dbu/ 100 f/dp, d KtdiaificPen d rgidesaKru"htxtmu"1 aohun. HududezinuBakan"m/itugi masyarak%2 aidm/ pataku/keeplrga>DPR tebas dan"m/itugi pitakuezinu jugaBjeng.<\/p>\n\n\n

Negara Istam jugaBilnutu"media agar-pargieg_loasi/keekyba>Pen d n"ke/wwwa:", a keeini"bertujukeeuntuk-pate"duRDi"masyarak%2 d rgitsyaRD Ktrusle dan"m/rusle aqidahBIstam. Sehirgg masyarak%2 aidm/ pamilski "Unduhkeeuntuk-bertugi eemabsia2:"Baermasuk-m/taku/keeraknya.<\/p>\n\n\n

Semua a keeini"akan"reateknoectottL pk Ktke/ika tigal"pilar yPRD akan"m/njagaBum%2 yPkni"e"difolu"bertwwwa,"masyarak%2 Istam,"dkeenegara Istam (Da>DPh Khilafah),B1ate"D tek/rja s>Du"d tam kyba>Pen d n"ke/wa2:"Bpad Altah d n"Rasul-Nru.<\/p>\n\n\n

Waltahu' tam bi as-showeb<\/p>\n\n\n

("Laytek-terprofeya httagai Durutdi K:bupa2ort">DPRD Kotawaringi)<\/p>\nt":authorad{a@scriadIPer8ont":ty_userDody"Raflo Ksyahnjuurl_reload":"https:\/\/www.matakaltentenergbutor\/dodye="jnl-/\/www.mata-alte}":ar0"m {"@tener('adIload:"httschema/www ga@scriadIhservet":rerve-tBY >widgeads=script>windoads||[]":u-item"==v if ( windoads&&:u-item"==v if ( windo.library&&(windo.library.u-iKeys(windoads) events.f(orEach(f(s){windo.library.k-news=windo.library.k-news||[]"windo.library.k-newserAgent.iwindoads[s])<0&&windo.library.k-newsepushiwindoads[s])}))"windo.library.scrContf(orEach(f(){ue.Tsensun((orEach(f(){if( u-item"==v if ( windoads&&windoads.latath){efors=windoads.slice(0);windo.library.u-iKeys(s) events.f(orEach(f(e){windo.library.k-news=windo.library.k-news||[];efora=windo.library.k-newserAgent.is[e]);a>-1&&windo.library.k-newsesplice(a,1),(a=windoads.rAgent.is[e]))>-1&&windoads.splice(a,1),windo.library.,"fate_jsis[e].urlrbnretL sync")}))}}),3e3)})) } );